
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat Kota Palangka Raya diminta untuk mewaspadai ancaman serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD), seiring dengan pergantian musim dari kemarau ke hujan.
Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Anna Agustina Elsye. Anna mengajak warga untuk menjaga kebersihan dengan menerapkan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) segala macam jenis wadah yang bisa menampung air, yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Di masa musim hujan yang cukup tinggi seperti saat ini, Anna mengingatkan masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan bersih guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Penyebaran nyamuk dimusim hujan sangat pesat, hal ini tentunya harus diwaspadai oleh masyarakat karena dapat menyebabkan penyakit endemik,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).
Jenis nyamuk DBD dan malaria, biasa berkembang di tempat air tertampung atau tergenag. Oleh sebab itu warga harus proaktif membersihkan lingkungannya, hal ini akan membuat jentik nyamuk tidak dapat berkembang.
“Membersihkan lingkungan bisa dimulai dengan membersihkan sampah, drainase, serta memotong rumput. Hal ini acap kali mampu mengurangi sarang nyamuk di sekitar. Jika bukan kita yang bergerak lalu siapa lagi yang akan mengatasi,” imbaunya.
Dalam hal ini, Anna meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, untuk rutin melaksanakan sosialisasi tentang bahaya DBD maupun malaria yang selalu menjadi momok di musim hujan.“Saya mengharapkan instasi-instansi terkait gencar bergerak melaksanakan sosialisasi tentang wabah DBD dan Malaria. Jangan menunggu ada korban dulu baru bergerak” pungkasnya. “Saya mengharapkan instasi-instansi terkait gencar bergerak melaksanakan sosialisasi tentang wabah DBD dan Malaria. Jangan menunggu ada korban dulu baru bergerak” pungkasnya.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya, mengatakan sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Tengah telah masuk musim hujan. Diantaranya, wilayah Kalimantan Tengah bagian utara itu meliputi Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Sukamara, Katingan dan sebagian wilayah Kabupaten Kapuas serta sebagian wilayah Kotawaringin.
Untuk wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan sebagian wilayah Kabupaten Barito Selatan dan sebagian wilayah Kabupaten Kapuas, musim hujan diperkirakan terjadi pada Oktober dasarian dua.
Pada dasarian tiga atau 20-31 Oktober sebagian wilayah Barito dan Kabupaten Kapuas baru akan masuk musim hujan. Potensi hujan disertai angin kencang dan petir itu diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari.
Biasanya, sebelum terjadi hujan disertai angin kencang dan petir akan muncul awan cumulonimbus. Jika melihat awan tersebut, sebaiknya masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan.Masyarakat juga segera menjauhi pohon besar, papan reklame, dan tidak berada di lapangan terbuka untuk menghindari potensi dampak angin kencang dan sambaran petir saat hujan.(adv/*)