
JAKARTA (Lenteratoday) - Provinsi Jawa Timur terus mengukir prestasi di kancah Nasional. Kali ini, dua penghargaan berhasil diraih sekaligus. Dengan dua prestasi tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap bisa menjadi pendorong semangat Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan inovasi dan pelayanan publik kepada masyarakat.
Dua penghargaan tersebut yaitu Top 15 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020 Kategori Pengelola Aspek dengan Keberlanjutan Inisiatif Terbaik dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 untuk Klinik BumDes yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi. Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Khofifah di Gedung Tribrata Jalan Dharmawangsa III No. 2 Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020) siang.
"Ini menjadi pendorong semangat kita untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat," kata Gubernur Khofifah sesaat setelah menerima penghargaan yang dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.
Penghargaan tersebut berhasil diraih Provinsi Jawa Timur karena telah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta memberikan respon cepat atas pengaduan yang diberikan masyarakat. Hal itu sebagi bentuk upaya realisasi jargon CETTAR yang dimiliki Pemprov Jatim.
Gubernur Jawa Timur perempuan pertama ini menandaskan bahwa motto kerja ASN Pemprov Jatim Cettar (Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif) telah mengalir ke semua sendi layanan perangkat daerah. Meski demikian, Khofifah tetap berharap ke depannya bisa lebih baik lagi, lebih cepat serta lebih responsif dalam memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur.
Seperti dilansir dari Press Release Kemenpan-RB bahwa Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020 ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada instansi dengan pengelolaan pengaduan pelayanan publik terbaik di Indonesia. Meski kompetisi dilaksanakan di tengah pandemi ternyata tidak menyurutkan partisipasi peserta yang terdiri dari instansi pemerintah dan unit
pengelola pelayanan.
Di tahun yang ketiga ini, terdapat peningkatan peserta yang signifikan pada Kompetisi yang digelar oleh Kementerian PANRB bersama Ombudsman RI (ORI) dan Kantor Staf Presiden (KSP) serta didukung oleh United States Agency for International Development (USAID) CEGAH ini.
Sementara itu, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi bagi penyelenggara pelayanan publik yang memiliki prestasi di bidang pengelolaan pengaduan pelayanan publik dan inovasi pelayanan publik. Selain itu, gelaran penghargaan itu juga bertujuan memberi informasi dan mempromosikan berbagai terobosan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik. Tentunya, terobosan yang dilakukan harus memberi kemudahan bagi publik dalam menyalurkan aspirasi dan pengaduan pelayanan publik dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan.
“Untuk itu, Kementerian PANRB selaku instansi pembina pelayanan publik nasional selalu mendorong kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk terus melakukan percepatan pelayanan publik yang memenuhi harapan masyarakat,” ujar Tjahjo. (ufi/ist)