04 April 2025

Get In Touch

Wali Kota Abu Bakar: Pemimpin Masa Depan Harus Miliki Mindset Digital

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menjadi narasumber seminar nasional secara daring yang diadakan Universitas Brawijaya Malang, Minggu (29/11/2020).
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menjadi narasumber seminar nasional secara daring yang diadakan Universitas Brawijaya Malang, Minggu (29/11/2020).

KEDIRI (Lenteratoday) - Generasi muda jangan pernah takut untuk bermimpi. Boleh mimpi yang besar sekalipun jangan hanya mimpi yang remah-remah saja, karena ini belum telat untuk mulai sekarang berpikir kira-kira akan membuat bisnis apa yang bisa dilakukan.

Motivasi tersebut disampaikan Wali kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional “Menjadikan Pancasila sebagai Dasar Pola Pikir Pemimpin Bangsa” yang diselenggarakan Universitas Brawijaya secara daring, Minggu (29/11/2020). Seminar itu sendiri diikuti lebih dari 200 peserta.

Menurut Wali kota Abu Bakar, pemimpin yang diharapkan bangsa adalah pemimpin yang memiliki jiwa Pancasila. mengingat Pancasila merupakan ideologi bangsa, sehingga nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan.

“Sebagai pemimpin bangsa yang berjiwa Pancasila, pasti memiliki visi atau tujuan yang akan dicapai. Maka dari itu, seorang pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam sila Pancasila yaitu; pertama beriman, kedua menjunjung tinggi hak orang lain, ketiga rasa nasionalisme tinggi, keempat mengedepankan musyawarah dalam tiap mengambil keputusan yang berdampak untuk banyak orang dan terakhir adalah adil,” kata Abu Bakar.

Lantas bagaimana menjadi seorang pemimpin milenial di masa depan ? Menurut Abu Bakar, selain memiliki karakter sesuai sila-sila Pancasila, pemimpin milenial di masa depan harus memiliki mindset digital, pendengar yang baik, adaptif, inovatif, inklusif bukan eksklusif, berani beda dan pantang menyerah.

“Maka dengan masih menjadi mahasiswa, harus banyak belajar, mencari banyak teman, berkegiatan positif termasuk berorganisasi, memiliki soft skill, belajar berbisnis serta jangan takut untuk bermimpi,” ujarnya.

Dikatakan, kesuksesan dirinya bukan atas dasar sendiri, tapi karena mau belajar dan memiliki banyak kenalan. Artinya, banyak teman sangat membantu. Terpenting adalah restu dan doa orangtua. Oleh karena itu teman-teman generasi muda/mahasiswa jangan pernah takut bermimpi.

“Boleh mimpi yang besar sekalipun jangan hanya mimpi yang remah-remah saja, karena ini belum terlambat untuk kalian. Kalau bisa mulai sekarang berpikir, kira-kira bisnis apa yang bisa dilakukan. Jika tidak suka bisnis, bisa belajar hal apapun. Belajar yang banyak, bila tidak tahu harus bertanya. Sehingga nanti jika kalian lulus dari kampus ini berkualitas, memiliki kemampuan,” ungkap Abu Bakar.

Manfaat lain, bila melamar pekerjaan dan jika ditanya banyak hal yang bisa dilakukan. Dan, yang perlu ditekankan adalah kalian semua harus punya networking, jangan hanya berteman dengan sedaerah saja tapi juga harus punya teman dari luar daerah. Dan juga harus memiliki rasa percaya diri, jangan mau dengan orang dari luar negeri. (gos)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.