
MADIUN (Lenteratoday) - Walikota Madiun Maidi paparkan program unggulan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dari sekian banyak program, Walikota Maidi mengunggulkan pembangunan wisata Sumber Wangi yang berlokasi tepat di sebelah selatan Balaikota Madiun.
Taman wisata yang pembangunannya telah mencapai 65 % tersebut nantinya akan memiliki 10 ikon keajaiban dunia. Sehingga berpotensi menjadi magnet untuk wisatawan lokal bahkan internasional.
Walikota Maidi menjelaskan, objek wisata tersebut akan cepat menggerakkan ekonomi di Kota Madiun dan 7 Kabupaten di sekitar Kota Madiun. Pasalnya, usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Madiun akan mengisi tempat-tempat yang telah disediakan di Sumber Wangi. Otomatis wisatawan yang berkunjung ke Sumber Wangi akan membeli dan menikmati produk -produk UMKM terpilih.
"Ikon-ikon negara maju akan menarik wisatawan asing dan nasional. Wisata lokal pun akan kagum dengan yang ada di Kota Madiun. Cinderamata dari UMKM sudah tersedia," jelasnya dalam webinar Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional bagi Pelaku Usaha di Daerah di GCIO, Senin (30/11/2020).

Mantan Sekda tersebut memberikan bocoran, saat pembangunan belum 100 % jadi, namun peminatnya tinggi. Ini dilihat dari semakin padatnya arus lalu lintas di Pahlawan Street Center dan banyaknya masyarakat yang menikmati keindahan Taman Sumber Umis dan Sumber Wangi.
"Kota Madiun kalau pagi sejuta bunga karena bunga mekar di pagi hari, dan malam sejuta lampu. Madiun sekarang sering macet, ini tanda orang-orang tertarik," imbuhnya.
Maidi berharap masyarakat Kota Madiun dapat menikmati program unggulan dengan cara ikut menjaga dan berkontribusi dalam pengembangan wisata tersebut.
"Saya minta kita jadi pemain, jangan jadi penonton. Lompatan-lompatan pembangunan yang saya buat ini Madiun kota kita, rumah kita untuk membesarkan anak kita lebih sukses. Mari kita gas ekonomi dan rem Covid-19," tegas Maidi.
Senada dengan Walikota Maidi, Ketua TP PKK Kota Madiun, Yuni Setyawati mengatakan bahwa pembangunan wisata di Kota Madiun sangat berkaitan erat dengan UMKM. Hal tersebut bertujuan mendukung program Pemerintah Pusat untuk pemulihan ekonomi nasional.
Dia memberikan contoh, selain wisata Sumber Wangi ada juga wisata sepeda. Di destinasi ini, nantinya wisatawan akan bersepeda dengan memilih rute yang tersedia yakni 15 Km, 20 Km, dan 30 Km. Rute yang dilalui adalah UMKM unggulan dari masing-masing Kelurahan, sehingga UMKM akan mendapatkan pemasukan dari wisatawan yang mampir. Sebelumnya, setiap UMKM dari masing-masing kelurahan telah diberikan pelatihan gratis oleh Pemerintah Kota Madiun.
"Jadi 27 Kelurahan punya khas masing-masing. Ada Batik, Pecel, Madu Mongso, Susu Kurma, dan banyak lagi. Ini kita tindaklanjuti dalam arti kita fasilitasi sehingga mereka bisa terus berjalan," kata Yuni.
Tidak sampai disitu, wisatawan yang telah membeli UMKM yang ada dari setiap kelurahan akan mendapatkan stempel yang dapat ditukarkan dengan cindera mata Pahlawan Street Center. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati keliling gratis menggunakan Bus Mabour (Madiun Bus On Tour).
"Semua pembangunan harus membawa dampak. Pembangunan terus berjalan, uang APBD, berdampak ke padat karya," ujarnya.
Yuni berpesan agar UMKM Kota Madiun tetap semangat dan menerapkan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Madiun. Harapannya agar ketika pembangunan wisata di Kota Madiun telah selesai 100 % dapat menyejahterakan masyarakat Kota.
"Tetap semangat untuk UMKM kota madiun untuk menggerakan ekonomi. Pembangunan yang sedang gencar untuk mempercantik kota kita, mari kita jaga bersama, jaga sebaik-baiknya. Kita bisa go internasional," tutup Yuni. (Adv/Ger).