
MADIUN (Lenteratoday) - Banyak cara dilakukan untuk sosialisasi protokol kesehatan. Salah satunya seperti yang dilakukan Walikota Madiun, Maidi. Dia memberikan bantuan kopi, gula, dan teh kepada pedagang kaki lima (PKL) dengan harapan para PKL ini turut mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan.
Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 600 PKL yang diberikan bantuan tersebut. Mereka ini berasal dari 3 Kecamatan di Kota Madiun, sehingga masing-masing ada 200 PKL. Setiap PKL mendapatkan 2 bungkus teh, 1 bungkus kopi 320 gram, dan 6 kg gula pasir.
Maidi berharap agar bantuan tersebut dapat dijual dengan separuh harga. Dia memberikan contoh apabila warung tersebut menjual secangkir kopi dengan harga Rp 2.000, khusus untuk orang kurang mampu diberikan harga Rp 1.000. Sebagai kompensasi atas bantuan tersebut, Maidi berharap agar penjual membantu pemerintah dalam sosialisasi protokol kesehatan kepada setiap pembeli, sehingga penerapan pencegahan Covid-19 dapat sampai kepada lapisan masyarakat terbawah.
"Pemilik warung ini dekat dengan masyarakat. Setiap hari melayani. Mereka kita beri pemahaman tentang protokol kesehatan untuk juga mengingatkan pembelinya yang melanggar," imbuhnya.
Maidi mengatakan agar PKL dapat melaporkan dan meminta bantuan lagi apabila bantuan tersebut telah habis terjual. "Kalau satu warung menjual kepada 10 pembeli kali 600 warung tadi, sudah ada 6.000 masyarakat yang dapat minum kopi murah," jelasnya seusai pembagian di Rumah Dinas Walikota, Selasa (01/12/2020).
Dalam kesempatan tersebut juga Maidi memberikan pengarahan terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Maidi menjelaskan bahwa meski PKL telah diminta untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat, namun petugas tetap akan terjun ke lapangan melakukan pengecheckan secara rutin, sehingga penjual dan pembeli sama-sama melaksanakan protokol kesehatan. (Ger)