
KEDIRI (Lenteratoday) - Di penghujung masa jabatannya, Bupati Kediri, dr Hj Haryanti Sutrisno tak surut memperhatikan masyarakatnya. orang nomor satu di Pemkab Kediri ini menyalurkan beasiswa program GNOTA kepada mahasiswa berprestasi, mahasiswa baru dan pelajar.
Mengingat masih dalam pandemi Covid-19, hanya 40 orang dari 142 mahasiswa yang diundang untuk penerimaan beasiswa secara simbolis. Sementara sisanya menyaksikan acara yang berlangsung di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri di Kelurahan Burengan Kota Kediri, Sabtu (5/12/2020) tersebut melalui video virtual
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Drs. Sujud Winarko, MM menjelaskan, 142 penerima terdiri dari mahasiswa baru dan mahasiswa berprestasi. Dengan adanya beasiswa ini diharapkan tidak ada lagi mahasiswa yang drop out (DO) atau putus kuliah/sekolah.
"Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyalurkan beasiswa melalui program GNOTA yang sudah dicanangkan Bupati Kediri. Jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah maupun kuliah karena biaya. Beasiswa ini juga sebagai motivasi bagi pelajar untuk melanjutkan studi sampai perguruan tinggi,” tambah Sujud.
Selain mahasiswa, beasiswa ini juga untuk anak SD masuk jenjang SMP, SMP masuk SMA dan SMA melanjutkan kuliah. Guru-guru berprestasi yang belum punya gelar S1 juga bisa mengakses program GNOTA dari Pemkab Kediri.
Di kesempatan sama, Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno berpesan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan beasiswa program GNOTA dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai setelah mendapatkan beasiswa tersebut, lalu keluar dari perguruan tinggi.
“Tahun 2020 setelah dicek ke lapangan, ada mahasiswa yang keluar dari perguruan tinggi setelah menerima beasiswa. Konsekuensinya ia harus mengembalikan, karena tidak sesuai ketentuan karena tidak melanjutkan pendidikan. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.
Sebagai informasi, beasiswa yang diterima untuk mahasiswa berprestasi adalah Rp 4 juta, sedangkan bagi mahasiswa baru sebesar Rp 7 juta. (gos/adv)