03 April 2025

Get In Touch

ITS Kembangkan Riset Kompor Pintar

ITS Kembangkan Riset Kompor Pintar

SURABAYA (Lenteratoday) - Guna menjawab naiknya permintaan kebutuhan listrik
saat ini, PT Indonesia Power (IP) berniat menghadirkan kompor listrik yang aman
dan efisien untuk digunakan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT IP
menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam program corporate
social responsibility (CSR) memberikan bantuan dana penelitian untuk
mengembangkan unit kompor pintar.

Direktur Utama PT IP Muhammad Ahsin Sidqi yang terhubung secara daring
menyampaikan bahwa program CSR ini dilakukan sebagai bentuk inovasi seperti
halnya transformasi PT PLN (Persero) dalam menyokong kebutuhan listrik di tanah
air. “Sebagai anak perusahaan, kami mengikuti arahan PLN untuk mengembangkan
transisi energi yang mudah digunakan, sehingga masyarakat dapat menikmatinya,”
terang lelaki yang kerap disapa Ahsin ini.

Berkenaan dengan bentuk transisi energi listrik ini, Direktur Bisnis
Regional Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto mengutarakan,
salah satunya dilakukan dengan keinginan mengembangkan kompor listrik dengan
teknologi baru yang bisa diterima dan digunakan oleh masyarakat, seperti halnya
masyarakat menggunakan kompor minyak atau kompor gas. Pasalnya, selama ini
penggunaan kompor listrik kurang familiar di masyarakat.

Untuk itu, Wiluyo mengharapkan, kompor pintar berbasis listrik tersebut
dapat dikembangkan lebih lanjut oleh ITS sampai nantinya menjadi produk lokal
yang diterima masyarakat. Hal ini sejalan dengan transformasi PLN yang ingin
menggenjot electric-lifestyle. “Di mana semua gaya hidup termasuk kendaraan dan
peralatan rumah tangga menggunakan listrik dari green product yang relatif
lebih bersih dan ramah lingkungan, sehingga mengaplikasikan pengembangan energi
baru dan terbarukan,” jelasnya.

Kembali Ahsin menambahkan, kompor pintar ini memiliki efisiensi sebesar 78
persen, sehingga lebih efisien dari kompor gas. Kompor ini pun nantinya dirasa
akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari segala kelas karena fleksibel dan
dapat disesuaikan dengan tingkat daya listrik setiap rumah mulai dari 200 W
hingga 2200 W. “Nantinya, dari riset ITS, diharapkan akan mengukur lebih lanjut
tingkat efisiensinya,” ucapnya.

Menyambut baik sinergisitas ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng
menilai rekam jejak hubungan ITS dan PLN Group terbilang cukup dekat. Kedekatan
ini semakin berlanjut dan harapannya bisa terus memberikan manfaat bagi bangsa,
negara, dan institusi. Dirinya mengakui transisi energi tentang kompor pintar
ini menjadi suatu hal yang menarik perhatian. “Sehingga kami akan mencoba untuk
melakukan reverse-engineering,” tutur rektor yang kerap disapa Ashari ini.

Dengan memegang konsep dari PT IP, Guru Besar Teknik Elektro tersebut
mengatakan bahwa ITS telah menyiapkan beberapa dosen ahli dalam penelitian ini,
salah satunya adalah ahli listrik bertegangan tinggi. Antusiasme dari para ahli
di ITS, termasuk di antaranya yang terkait dengan bidang ahli kelistrikan ini
seperti Departemen Teknik Elektro dan Teknik Mesin sangat besar dan langsung
tertarik sekaligus bersedia melakukan riset. “Mudah-mudahan bisa menjadi produk
lokal dari ITS karena ITS sedang bertekad untuk fokus pada inovasi,” ujar
lelaki berkacamata ini.

Sejalan dengan visi electric-lifestyle yang disampaikan pihak PLN, Ashari
menilai hal ini sesuai dengan produk-produk yang telah dikembangkan ITS melalui
empat klaster dari Science Techno Park (STP) ITS. Mulai dari sepeda motor
GESITS yang berdaya listrik dari klaster otomotif, robot pintar RAISA dari
klaster ICT Robotics, mobil listrik tanpa awak (i-Car) yang yang mampu berjalan
sesuai rute sampai dengan kapal tanpa awak (i-Boat) dari klaster maritim untuk
mengirimkan logistik ke pulau-pulau.

Sukses menekuni pengembangan inovatif tersebut, Ashari mengatakan ITS
menerima kompor pintar ini dengan rasa penasaran dan akan segera mencoba untuk
merekonstruksi dengan komponen local. Sehingga bisa dibuat lebih murah, mudah,
dan berkapasitas banyak agar dapat diterima masayarakat.

Tentunya, lanjut Ashari, hal ini akan menjadi sebuah perubahan yang luar
biasa kalau bisa diimplementasikan dalam waktu dekat. “Kami atas nama ITS
mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama, semoga hasilnya dapat
diterima dan dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. (ist)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.