
SURABAYA (Lenteratoday) - Jembatan Joyoboyo yang diperkirakan rampung pada bulan Desember 2020 nampaknya akan mundur dari target. Sebab ada beberapa yang masih tahap finishing dan belum mendapat uji kelayakan dari ITS.
Kepala Dinas PU Bina Marga, Erna Purnawati mengatakan bahwa secara fungsi sudah bisa dipakai akan tetapi belum berani karena memang menunggu uji kelayakan dari tim ITS.
“Persentase sudah mungkin 99 persen, kan tinggal finishingnya aja sih,” ujarnya seusai melakukan hearing dengan anggota Komisi C DPRD Surabaya, (28/12/2020).
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan bahwa menemukan beberapa bagian yang perlu difinishing, seperti tangga yang belum presisi, ada taman yang perlu diperbaiki, trotoar terlalu sempit dan di bawah jembatan belum ditutup dan diperkirakan tidak mungkin selesai pada bulan desember 2020.
“Yang disampaikan oleh kontraktor atau rekanan, dia akan menyelesaikan pada Maret 2021,”kata Baktiono.
Terkait anggaran, Baktiono meminta kepada pemkot untuk memberikannya sisanya sampai menunggu finishinya dengan baik. Nantinya komisi C ingin melihat kelayakan finishing baru diserahkan dan Jembatan Joyoboyo bisa diresmikan.
“Juga menunggu uji kelayakan dari ITS dan kalau sampai saat ini belum selesai, uji kelayakan atau tes itu perlu untuk ditindaklanjuti. Termasuk sekat jalan yang sambungan itu tidak boleh terlalu landai dan harus selaras agar kendaraan yang lewat nanti tidak berbahaya,” jelasnya.
“Per termin sudah dibayar semua dan nanti target waktu itu sudah disampaikan sebelum pemilukada, bahkan satu tahun yang lalu mereka berjanji on schedule. Tapi kenyataannya masih belum. Nanti akan ada Adendum pelaksanaan pekerjaan. Kalau ini belum selesai kita ndak bisa bayar itu, harus sampai tuntas/selesai.,” pungkasnya.
Perlu diketahui Jembatan Joyoboyo dibangun dengan anggaran 39 M. Dan ditargetkan rampung pada Desember 2020. Akan tetapi dalam pelaksanaanya mundur hingga maret 2021. (Ard).