
BATU (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akhirnya memutuskan untuk membatalkan pembelajaran tatap muka. Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan jika pihaknya tak mau ambil resiko, mengingat wilayah Kota Batu masih berstatus zona oranye Covid-19.
Menurutnya pembatalan ini merupakan suatu keputusan yang tepat. Mengingat selain status kezonaan yang masih oranye, dari sudut pandang keselamatan dan kesehatan anak-anak lebih berisiko tertularnya penyakit.
“Keselamatan dan kesehatan anak ini yang utama. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan dibukanya tempat wisata,” tegas Walikota, Selasa (5/01/2021).
Hal ini kata Walikota, sudah sesuai berdasarkan instruksi Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim proses belajar mengajar tatap muka. Dalam intruksi tersebut Nadiem mengatakan jika kebijakan sekolah tatap muka dilakukan jika daerah tersebut sudah masuk pada zona hijau ataupun kuning.
"Walau sudah zona kuning ya tetap ada persetujuan dari wali murid," terang Dewanti.
Menurutnya untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka itu syaratnya melengkapi fasilitas pencegahan atau protokol kesehatan. Lalu kesiapan guru, hingga melakukan rapid test untuk seluruh guru di sekolah tersebut.
“Kota Batu saat ini masih melaksanakan pembelajaran secara online. Jika nantinya Kota Batu masuk zona kuning atau hijau, akan kita proses persyaratannya," pungkasnya. (Sur)