03 April 2025

Get In Touch

Bantu Jaga Stamina Warga Terdampak Covid-19, Unesa Bagikan Sembako

Tim PKM membagi sembako kepada Warga RT.011 RW.003 Ds. Janti, Kecamatan Wartu, Sidoarjo. (Foto: Dok.Pri)
Tim PKM membagi sembako kepada Warga RT.011 RW.003 Ds. Janti, Kecamatan Wartu, Sidoarjo. (Foto: Dok.Pri)

SIDORJO(Lenteratoday)- Pandemi Covid-19 makin tak terkendali di awal tahun 2021 ini. Untuk melakukan penanggulangannya pun membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Meski pemerintah sudah menebar berbagai bantuan sosial, namun pihak-pihak lain harus tetap ikut turun tangan demi kemenangan negeri ini melawan pandemi corona.

Hal tersebut juga dilakukan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang menyebar bantuan sembako kepada warga terdampak wabah tersebut. Melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Fakultas Teknik Unesa memilih RW.003 Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu titik kegiatannya.

Untuk diketahui, Sidoarjo menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang juga harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Untuk mengoptimalkan pencegahan, Pemkab Sidoarjo bahkan menerapkan PPKM skala mikro yaitu tingkat desa dan RW.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim, infocovid19.jatimprov.go.id di Sidorajo per Senin (18/01) ada sekitar 8.484 kasus terkonfirmasi positif.  Kasus Aktif 185 dan pasien sembuh mencapai 7.752 orang. Sementara jabar dukanya, ada 547 orang meninggal karena corona.

Dikutip dari survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilakukan terhadap 1.112 pekerja, menunjukkan 65% responden terdampak Covid-19 dapat bekerja di rumah. Namun sebanyak 15% pekerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa pesangon.

“Hanya dua persen yang di-PHK dengan pesangon,” terang Ngadi, M.Si. Peneliti Bidang Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

PHK akibat dampak pandemi Covid-19 tentunya akan mengakibatkan masyarakat yang tergolong near poor akan menjadi miskin. Survei Juni 2020 terkait dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan menunjukkan, masyarakat yang tergolong usia muda (15-24 tahun) dan tenaga kerja perempuan memiliki tingkat kerentanan paling tinggi akan kehilangan pekerjaan dan menganggur.

Lembaga Institute of Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi angka kemiskinan akan naik menjadi 10,34% karena dampa Pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, data terakhir BPS mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 24,79 juta orang atau 9,2 persen dari total populasi nasional. Artinya, bila ditambahkan, maka jumlah penduduk miskin bisa mencapai 28,69 juta orang atau 10,63 persen dari total populasi pada tahun ini.

Namun, perlu dicatat perkiraan tersebut juga dibuat dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 1 persen sampai minus 0,4 persen. Artinya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kini direvisi menjadi di kisaran -2,2 hingga -1,7 persen, peningkatan angka kemiskinan diyakini bakal lebih tinggi.(adv)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.