04 April 2025

Get In Touch

Meninjau Simulasi PTM, Ganjar Apresiasi Persiapan Pihak Sekolah

Gubernur Ganjar Pranowo melakukan tinjauan ke SMAN2, SMPN6, SDN Dukuh 01, dan SMKN 1 Kota Salatiga yg telah melakukan simulasi sekolah tatap muka. Rabu (17/3).
Gubernur Ganjar Pranowo melakukan tinjauan ke SMAN2, SMPN6, SDN Dukuh 01, dan SMKN 1 Kota Salatiga yg telah melakukan simulasi sekolah tatap muka. Rabu (17/3).

SALATIGA (Lenteratoday) – Sejumlah sekolah di Kota Salatiga telah memulai pembelajaran tatap muka (PTM). Meski masih dalam bentuk simulasi, perlu pembenahan dan evaluasi secara terus menerus agar tidak menjadi klaster baru penularan covid 19.

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau persiapan PTM beberapa sekolah di Kota Salatiga, Rabu (17/3). Didampingi Walikota Salatiga, Yulianto, Ganjar berkeliling melihat pelaksanaan simulasi belajar tatap muka di SD hingga SMA.

Beberapa sekolah yang dikunjungi Ganjar hari itu yaitu SMAN 2 Salatiga, SMKN 1 Salatiga, SMPN 6 Salatiga dan SDN Dukuh 01 Salatiga. Di tempat-tempat itu, Ganjar memastikan semua sarana prasarana terpenuhi untuk sekolah menggelar pembelajaran tatap muka.

Di SMAN 2 dan SMKN 1 Salatiga, belum ada siswa yang menggelar simulasi pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah baru menggelar rapat dengan wali murid dan komite sekolah terkait persiapannya. Sementara di SMPN 6 Salatiga dan SDN Dukuh 01 Salatiga, proses simulasi belajar mengajar sudah dimulai. Di dua sekolah itu, siswa sudah mulai belajar dengan protokol ketat, jumlah siswa dibatasi maksimal 50 persen dan jam belajar hanya 90 menit.

"Saya ingin memastikan semua siap melaksanakan itu. Tadi di SMA belum mulai, karena baru mulai rapat. Di SMP dan SD sudah berjalan dan saya lihat bagus, mereka berangkat diantar orang tua, ada yang jalan kaki, jumlah maksimal per kelas hanya 50 persen dan jam pembelajaran hanya 90 menit. Jadi mudah-mudahan bisa berjalan dan siswa lebih mudah menerima pelajaran," kata Ganjar.

Ganjar meminta semua sekolah memastikan sarana prasarana protokol kesehatan berjalan, harus ada tim asesor yang memantau prokes berjalan 100 persen di semua sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Harus 100 persen, tidak boleh 99,9 persen. Ya fasilitasnya, prosedurnya, sarana prasarananya dan lainnya. Guru harus memastikan itu berjalan, dan Disdikbud saya minta mengontrol langsung dan memastikan semuanya berjalan," tegasnya.

Tidak hanya siswanya, Ganjar meminta para guru juga disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Sebab faktanya, ada guru yang beberapa waktu lalu yang positif Covid-19.

"Makanya tim asesor harus benar-benar melakukan assesment, SOP dan protokol kesehatan harus dipegang betul. Kalau terjadi pelanggaran ya harus diberikan tindakan tegas. Nanti saya akan pantau langsung," terangnya.

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.