04 April 2025

Get In Touch

Hari Kedua Uji Coba KBM Tatap Muka di Kediri, Guru Pastikan Disiplin Protkes Covid-19

Uji coba KBM tatap muka di SMPN 1 Kediri.
Uji coba KBM tatap muka di SMPN 1 Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Kota Kediri melaksanakan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tatap muka sejak Senin (26/4/2021), diperlukan kerja ekstra para guru guna memastikan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai protokol kesehatan (protkes) Covid-19.

Seperti Selasa (27/4/2021), SMP Negeri 1, sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba tatap muka, memastikan bahwa penerapan protkes berjalan tertib.

“Kita pastikan baik guru maupun siswa mematuhi protkes seperti memakai masker dan mencuci tangan guna keamanan dan kenyamanan selama jalannya kegiatan belajar mengajar,” kata Satriyani Widyawati Rahayu, Kepala SMPN 1 Kediri, Selasa (27/4/2021).

Sementara itu, berkenaan dengan menjaga jarak, Satriyani mengatakan bahwa jalur di sekolah dibuat satu lajur. “Pintu masuk dan keluar dibedakan jadi mempermudah pengaturan jarak antar siswa,” imbuhnya.

Selain itu, sesuai peraturan yang telah diterbitkan terkait pelaksanaan uji coba tatap muka, jumlah siswa dalam satu kelas hanya diperbolehkan 50 persen dari jumlah normal. Sehingga pelaksanaan tatap muka dibagi menjadi dua sesi. “Sesi pertama mulai pukul 07.00-09.15 dan sesi kedua mulai pukul 09.15-12.00 dengan jumlah siswa 16 perkali sesi,” tandas Satriyani.

Sedangkan untuk kelas yang dipakaipun berbeda antara sesi pertama dan kedua. Satriyani menegaskan bahwa hal ini untuk menjamin kesterilan dari ruang kelas. Disamping itu, setelah selesai pembelajaran, tim Satgas Covid-19 sekolah segera melakukan disinfeksi ruangan.

Sementara itu, mengingat uji coba pembelajaran tatap muka ini sifatnya tidak memaksa, maka bagi siswa-siswi yang orangtua wali murid belum memberikan izin, maka guru akan melakukan pembelajaran secara daring. “Pembelajaran secara virtual tetap kita lakukan bagi siswa-siswi yang belum bisa mengikuti pembelajaran secara tatap muka,” kata Satriyani.

Namun, menurutnya sejauh ini respon dari orangtua cukup bagus, banyak yang telah memberikan izin bagi anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Bahkan, menurut keterangan Satriyani orangtua wali murid yang awalnya tidak memberikan izin, sekarang berubah pikiran dan memberikan izin.

Selain itu, peserta didik pun juga tampak semangat mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Pasalnya sudah satu tahun lebih mereka melakukan pembelajaran secara daring. “Saya amati anak-anak semangat sekali dan antusias untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Ini menjadi tugas dan tantangan bagi bapak ibu guru untuk menjaga anak-anak tetap aman dan nyaman sesuai protkes yang berlaku,”pungkasnya. (gos)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.