04 April 2025

Get In Touch

Keluarkan Izin PTM, Kemendikbud : Jangan Dipaksakan Jika Belum Siap

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Kemendikbud telah memberikan izin kepada seluruh sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka di bulan Juli 2021 yang akan datang. Namun dalam pelaksanaannya tentu harus melalui pertimbangan yang matang dan atas masukan dari berbagai pihak.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye, mengatakan bahwa ia mendukung pembelajaran tatap muka yang akan dimulai bulan Juli 2021 mendatang. Namun tentunya dapat dilaksanakan berbagai persyaratan dan menerapkan prokes secara ketat.

"Meskipun pemerintah melalui Kemendikbud sudah memberikan izin untuk pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021 nanti, tapi tentunya baru dapat dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan tertentu dan masih harus melihat perkembangan sebaran Covid-19 beberapa bulan kedepan," papar Anna, Rabu (28/4/2021).

Bagaimanapun juga, Anna mengatakan tetap harus menomorsatukan kesehatan, jangan sampai muncul kluster baru di lingkungan sekolah. Jika ada yang terpapar kemudian akan menyebar.

Meskipun guru dan tenaga kerja yang bergerak di dunia pendidikan mendapatkan prioritas vaksin pada tahap dua, namun sebagaimana kita ketahui vaksin Covid-19 tidak menjamin seseorang terbebas dari semua jenis virus Corona.
"Ditargetkan sampai bulan Mei 2021 yang akan datang semua guru sudah mendapatkan vaksin Covid-19, namun yang perlu diingat bahwa vaksin Covid-19 tidak menjamin sesorang tidak akan terpapar virus corona," ungkap Anna.

Menurut data dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Anna menambahkan ada sekitar 3.000 orang yang terdaftar sebagai guru dan tenaga kerja di dunia pendidikan. Diharapkan semua sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

Selain itu, Tim Satgas Covid-19 dengan pihak-pihak terkait tentunya akan melakukan koordinasi dan pengkajian mendalam terlebih dahulu terkait pembelajaran tatap muka. Karena meskipun sekolah lokasinya berada di zona hijau, tapi jika murid atau guru tinggal di kawasan zona merah tetap akan ada resiko penularan.

"Semoga ke depan angka penyebaran Covid-19 terus menurun, zona hijau juga diharapkan bermunculan agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat diselenggarakan tentunya dengan tetap menerapkan secara ketat prokes, karena kesehatan adalah yang utama," pungkas Anna.(nov)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.