03 April 2025

Get In Touch

Lomba Laga

Lomba Laga

Alhamdulillah pekan pertama bulan puasa berhasil tercicil. Saya sekeluarga berdoa semoga kita semua bisa memungkasi hari tersisa hingga nanti Idul Fitri tiba. Sebagai penyemangat sehat plus penguat niat, juga supaya puasa kita diperkaya makna, saya biasa mengajak keluarga menjadikan Ramadhan ini sebagai simulasi lomba di bulan suci.

Lomba ini hanya diperuntukkan bagi hamba yang mau berusaha meraih pahala taqwa, la’allakum tattaquun, sebagaimana tujuan kita berpuasa. Ada beberapa seri kualifikasi yang mesti kita ikuti dalam gelaran lomba setahun sekali ini. Apa saja jenis kejuaraan yang strategis dilombakan ?

Lomba Sabar (asshoobiriin). Mungkin kita semua sudah keluar sebagai juara sabar berpuasa dalam menahan godaan makanan minuman selama seharian. Memasuki pekan pertama lomba sabar ini, syukur bila puasa kita belum bolong nilainya. Namun kualifikasi sabar yang lain, kita belum tentu yakin. Maka kita perlu kembali refleksi diri dengan mengikuti kompetisi ini.

Ada sabar menahan perkataan. Biasanya selama Ramadhan ini karena terbawa sugesti, bisa jadi terpengaruh tekanan di kesibukan pekerjaan, emosi cenderung baperan. Mulut mudah marah gegara perut kekurangan asupan. Lomba untuk kita adalah sabar menahan gerutuan dan kecerewetan lisan.

Selanjutnya lomba sabar mengelola amarah. Kualifikasi taqwa yang ditempuh melalui puasa, satu diantara ujiannya, iaitu wal kaadzimiinal-ghoidho (menahan godaan kemarahan). Uji materi lomba ini dapat dibuktikan melalui keterampilan terapan anger management. Silakan kita menilai dengan bertutur jujur, dari puasa hari ke-sebelas ini, sudah berapa lama sabar kita menahan kemarahan dari berbagai dinamika kehidupan kita.

Sabar lanjutan yang dilombakan adalah saling mengingatkan dalam kebenaran. Prinsip wajib dalam lomba ini “sabar mengingatkan dan sadar diingatkan”. Ini nanti sedikit sulit dibiasakan bagi yang baperan. Maka Ramadhan yang berkhasiat obat ruhiyat ini bisa jadi energi tambahan untuk memenangkan perlombaan “sabar mengingatkan dan sadar diingatkan”

Penting diingat dan dicatat bahwa standar sabar yang dikategorikan masuk penilaian kemenangan adalah sabarnya para Rasul Nabi Ulul Azmi. Sehingga dengan ukuran beliau-beliaunya, sabar bukan hanya selesai Ramadhan saja. Tapi berlanjut terus sampai masa istirahat kita wafat. Setidaknya di masa bulan suci Ramadhan ini, kita belajar sabar dengan ikhtiar yakin innallaaha ma’as-shoobiriin. Allah bersama hambaNya yang sabar.

Lomba benar (ashhodiqiin). Ini berkait relevan dengan keterampilan pengendalian ucapan, pikiran, dan tindakan. Kemampuan personal softskill yang nanti diuji dalam kompetisi ini. Detail lanjutannya bisa diurakan dalam, misalnya, benar adab makan, benar tata cara ibadah, benar etika bicara, benar bertetangga, benar berkeluarga, benar beragama, berbangsa dan bernegara.

Satu diantara penilaian kompetisi lomba benar ini, adalah wa kuunuu ma’as-shoodiqiin. Pembuktian ketaqwaan dibaca dari metadata kumpulan pertemanan yang kita aktifkan. Bila kita ingin dinilai taqwa, maka pelaksanaan praktiknya adalah “berkumpullah bersama orang-orang yang benar”. Berkomunitas keluarga ikhlas.

Derivat giat yang masuk sesi lomba benar lainnya, bermedsos secara pintar dan benar. Ketuk jari dan klik di piranti komunikasi keluarga kita, sudah benarkah ? banyak berghibah, terciduk dosa jariyah, turut memviral fitnah, ikut nimbrung namimah ? Ataukah jari tangan ini sudah bergerak benar dengan penuh amalan kebaikan ?

ittaqullaah wa quuluu qoulan sadiidaa (qs 33:70). Jika kita benar bertaqwa, maka pasti kata kalimat baik saja yang akan keluar dari lisan ini. Ramadhan ini kita jadikan simulasi perlombaan benar, sehingga praktik terapan tadarusan khataman bisa diawali dari sini. “Perkataan yang baik dan (pemberian) ampunan lebih baik daripada sedekah yang bisa menyakiti penerima dengan undat-undat lewat kata”. Qs. 2 : 262

Lomba ketaatan (qoonitiin). Taat kepada Allah dan Rasulnya, memenuhi tertib waktu, batasan dan disiplin aturan beribadah Ramadhan. Keluarga taat pada tugas pokoknya. Anak menaati arahan orang tua. Kaum ibu taat pada fungsi primary parenting-nya yang berteladan ibu-ibu pilihan dari keluarga para utusan Tuhan.

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) (qs. An Nisa 34). Bapak taat pada asas pekerjaan halalaan thayyiban sebagai kewajiban ibadah pengusahaan maisyah.

Kita warga maya ikut lomba taat melaksanakan aturan permedsosan, supaya aman dari jerat UU ITE. Keluarga beragama taat pada pimpinan dan fatwa yang terpercaya. Bermasyarakat bertetangga berwarga negara harus taat pada aturan lingkungan di mana kita berada. Jangan main petasan karena itu mengganggu, selain mubazir perbuatan pemborosan .

Lomba infaq (munfiqiin). Kategori lomba ini yang biasanya diminati pada bulan suci. Sebab sedekah infaq di bulan Ramadhan, lebih istimewa daripada bulan lainnya. Catatan poinnya dilipatgandakan berpahala. Sedekah infaq kita tidak hanya terbatas harta atau tenaga saja. Kita bisa berkirim doa kepada keluarga atau sesiapa yang sedang mendapatkan cobaan kesulitan. Sekalimat Al Fatihah doa kita bisa bernilai infaq juga.

Catatan penilaian untuk kategori lomba amalan ini adalah keikhlasan dan kemampuan. Bukan pada besaran angka atau jumlah kuantitas yang diberikan. Tapi nilai kualitas kerelaan yang dilombakan dan dinilai sebagai pembuktian.

Terbaik lomba kategori ini adalah kita yang bisa berinfaq di saat sempit atau lapang, Ketika banyak berduit atau sedang sulit tiada uang, waktu susah ataupun senang. Di situ poin infaq kita bernilai lebih pahala kebaikannya.

Lomba minta ampunan (mustaghfiriin). Kategori terakhir simulasi lomba bulan suci ini adalah perlombaan memohon ampunan atas semua kesalahan yang kita lakukan. Waktunya yang paling utama di saat sahur kita. Wal mustaghfiriina bil ashaar. Doa permintaan ampunan kita lebih mustajab di waktu fajar.

Di bulan Ramadhan ini, Allah menjanjikan akan memberi ampunan atas semua kesalahan, jika diseriusi niatnya taubatan-nasuha.Selain meminta ampunan untuk diri sendiri, kita juga bisa berlomba memohonkan ampunan untuk keluarga, kerabat, kolega dan kenalan. Itu akan jadi poin tambahan untuk kepedulian kita memikirkan diri lain.

Dengan ini nanti, bila lomba kita dinyatakan berpialah, maka kita baru boleh merayakan idul fitri karena keruhanian kita suci kembali seperti bayi. Pun di hadapan Allah ternyatakan, kita berderajat mulia. Pindai taqwa kita bertanda “inna akromakum indallaahi atqookum”, sesungguhnya yang termulia di antara hambaNYA adalah sesiapa yang paling bertaqwa. Ini sesuai dengan sebutan Ramadhan Kariim, bulan mulia.

Ini pamungkas dari semua kelas lomba. Kita akan jadi orang paling beruntung di dunia bila mendapatkan ampunan dan keridhoan Tuhan. Bapak Guru MA. Muchtar yang jadi panutan kami sering mengingatkan kami sekeluarga dengan motivasi ini.

Last but not least, dalam lomba ini kita juga sekaligus berlaga. Ada musuh syetan yang diskenariokan berusaha menggagalkan kita supaya tidak berpiala atau juara. Dengan berbagai modus jebakan, halus serangan, focus sasaran, syetan sangat berkepentingan mengalahkan kita semua di berbagai kategori lomba.

Bila pun kita dapat piala, syetan akan berusaha merebutnya sampai berhasil. Itu yang perlu kita waspadai secara siaga dengan doa dan saling menguatkan jejaring. Diantara kita sesama hambaNYA, khususnya keluarga muslim kita, satu-satunya cara menang lomba memenangkan piala adalah bekerjasama dalam satu tekad, satu komando, satu tujuan; menang perlombaan dan menang mengalahkan syetan.

Di atas itu semua, perangkat bantu kelengkapan kita dalam memenangkan lomba di bulan suci ini adalah doa. Diantaranya doa menjelang berbuka puasa. Robbanaa Innanaa aamannaa faghfirlanaa dzunuubana. Robbanaa afrigh ‘alaina shobron. Robbanaa taqobbal minnaa. Astaghfirullaah robbal baroyaa astaghfirullaah minal-khotoyaa. Asyhadu an laa ilaa ha illallaah astaghfirullah nas’alukal jannata wa na’udzu bika minan-naar

Selamat giat berlomba & semangat sehat berpuasa.

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.