REPUBLIK Indonesia (RI) masih betah di jurang resesi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif terkontraksi 0,74% (yoy). Artinya, secara berturut-turut negeri ini mengalami pertumbuhan negatif selama 4 kuartal. Tak hanya itu, Produk Domestik Bruto (PDB) pada 3 bulan pertama 2021 juga minus 0,96% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi makin runyam sebab pengangguran sampai Februari 2021 mencapai 8,75 orang. Jumlah ini naik 1,82 juta (yoy). Pandemi Covid-19 yang menciptakan keterbatasan mobilitas dan kegiatan menjadi pemicunya. Tak hanya itu, anggaran senilai Rp 180 triliun milik pemerintah daerah (Pemda) yang digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi malah ‘ngendon’ di bank. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/05/LenteraToday-06052021.pdf
[3d-flip-book mode="fullscreen" id="48475" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/05/LenteraToday-06052021.pdf">