04 April 2025

Get In Touch

Perjalanan Penyucian

Perjalanan Penyucian

BERAPA skor taqwa yang sudah kita bukukan sejauh Ramadhan ini ? sampai di mana posisi peningkatan ketaqwaan yang kita tempuh di bulan suci ? dua pertanyaan ini patut kita sebut untuk mendapatkan obyektifitas penilaian berdasarkan tujuan kita berpuasa sebulan lamanya.

Pada pekan ketiga mengikuti Ramadhan ini dan sebentar lagi memasuki moment lebaran Idul Fitri, seharusnya peringkat taqwa kita sudah istimewa derajat raihannya. Sebab bila menggunakan ukuran satuan harian, setidaknya kita mendapat dua puluh tiga derajat kebaikan perilaku berketaqwaan.

Ada sejumlah ayat di Al Quran yang menjelaskan makna taqwa, dari aspek perilaku hubungan keilahian (transcendental) maupun kemanusiaan dan lingkungan (horizontal). Taqwa yang berdampak perbaikan kapasitas akhlak manusia dan bermanfaat untuk khalayak masyarakat serta habitat di mana bertempat.

Ibarat mau berangkat safari menuju giat idul Fitri, maka akan ada persiapan yang harus kita matangkan supaya tidak ada halangan di jalan. Apa saja tahapan persiapan dan alat perlengkapan yang diprioritaskan?

Persiapan. Jika besok berangkat pagi, maka hari ini kita lengkapi apa saja yang belum ada. Ini adalah proyeksi persiapan keberangkatan yang disarankan al Quran. Lihatlah apa sudah komplit semua persiapan kita serta perikasalah apa yang sekiranya kurang.

Al Hasyr : 19 memberikan tip bagi pejalan taqwa ini supaya kita sampai pada tujuan idul Fitri yang hakiki. Jika persiapan pakaian, sudah berapa bal kodi yang kita siapkan dengan cara sedekahan pakaian terbaik ? jika persiapan makanan, maka sudah berapa ton kemasan makanan yang kita bagi-bagikan ? jika persiapan logistic pembiayaan, maka berapa rupiah bilangan setoran yang sudah kita bayarkan untuk pemberdayaan kaum duafa yang kekurangan ?

Lebih jauh, kita diingatkan, bila besok pagi ternyata kita dipanggil mati, berarti hanya ada hari ini untuk persiapan keberangkatan.

Perbekalan. Al Quran memberikan tip cara terbaik menuju taqwa adalah dengan berbekal perbaikan moral dan persiapan mental. Disarikan dari Al Baqarah ayat 197, bekal yang kita siapi meliputi perilaku diri sebelum bersiap safari. Dilarang berkata kotor atau jorok, menghindari berbuat maksiat, dan larangan bertengkar sesama saudara manusia.

Meski ayat ini diperuntukkan bagi peziarah haji, namun sangat relevan untuk kita laksanakan sepanjang hitungan harian bulan Ramadhan. Dengan bekal berhati-hati terhadap tiga sikap moral tadi, maka taqwa kita terpenuhi tahapan awalnya.

Pertanyaannya, apakah sudah bisa selama Ramadhan hari ke-24 ini kita menghilangi cakap kotor (termasuk lambe turah suka berghibah fitnah), tidak berbuat maksiat dan menghentikan kebiasaan pertengkaran di dunia nyata atau media maya?

Pakaian. Ini adalah persiapan yang jamak diprioritaskan. Selama perjalanan tentu kita kepingin berpakaian yang nyaman dan aman. Bila perlu pembawaan outfit sesuai gaya baru kekinian. Maka menuju hajatan idul Fitri nanti, pakaian apa saja yang kita bawa?

Al A’raf 26 memberikan tip berpakaian yang cocok untuk kita manusia, keturunan Bapak Adam dan Ibu Hawa. Pakaian itu bersyariat menutup aurat. Bagi pengklaim Muslim, pakaian adalah penegas identitas keagamaan sekaligus berfungsi juga untuk pemantas dan penghias penampilan. Wa libaasut-taqwaa. Sebaik-baik pakaian adalah ketaqwaan.

Umumnya jelang hari raya begini, pusat perbelanjaan ramai dikunjungi. Kesempatan mencari potongan harga lebaran, khususnya baju baru untuk perayaan. Ajakan saya, bila nanti kita membeli pakaian untuk keluarga, belanjakan juga pakaian dengan harga dan kualitas serupa untuk sesiapa diantara kita yang sangat membutuhkan pakaian tapi tidak berdaya beli.

Mumpung bulan Ramdhan segala amal baik dilipatgandakan catatan, mari kita ekseksi ambil peluang terbaik ini. Senyampang produk-produk berlabel pakaian profan menawarkan banyak rayuan iklan diskonan, Allah juga memanggil hambaNYA dengan seruan kebajikan dan amalan keutamaan. Yaitu berbagi empati dan peduli di bulan suci.

Selain membagikan jatah pakaian lebaran, kita bisa juga menempuh outifit taqwa lainnya. Contoh, tidak berlebihan menampakkan perhiasan dan kepemilikan kebendaan. Selagi masa pandemi begini, saya menyarankan kita berlebaran dengan bersahaja. Tetap berbahagia bersama keluarga, saudara, dan tetangga meski tanpa baju aksesoris hari raya.

Jika kita ingin perjalanan menuju prosesi Idul Fitri nanti nyaman secara social dan aman secara spiritual, tip berpakaian taqwa itu layak kita usahakan dicoba simultan.

Kendaraan taqwa terbaik. Untuk mengukur secara jujur persiapan perbekalan perjalanan kita, maka at Taghabun : 16 menyarankan cara aman. Yaitu bagi kita yang dipanggil taqwa, berinfaklah harta terbaik yang kita punya. Jangan nanggung tengahan atau bahkan dicicil dengan perasaan keberatan. Jangan meniatkan sedekahan hanya karena menunaikan tagihan kewajiban tahunan.

Pada pelaksanaannya, kita mesti berusaha memahami bahwa berbagi harta atau property kita adalah investasi ukhrowi. Sedekah is saving, not giving. Semakin kita banyak berbagi kepada penerima, maka akan kian banyak tuaian panen buah sedekah jariyah yang nanti di akhirat kita nikmati.

Sebaliknya bila kita diberati rasa enggan atau sedekah berbagi dengan cara eman, berarti sedikit saja panen yang kita terima nantinya. Nabung sedikit ya narik sedikit.
Bila Ramadhan ini diumpamakan kendaraan, kita siapkan moda angkutan terbaik ternyaman teraman untuk memuat semua persiapan dan perbekalan menuju hakikat hajatan lebaran; ruhani yang fitri dan hati yang suci.

Secara khusus kita perlu mengelola mutu dari semua peramalan persiapan perjalanan yang sudah kita niatkan sebagai perbekalan. Jangan sampai catatannya hilang atau hangus terbuang.

Al Baqarah : 177 mengingatkan kita semua supaya tidak berpuas diri lalu lekas berhenti pada amalan rutinan yang berukuran kewajiban.

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Berdasarkan simpulan ayat itu, bila kita beriman kepada Tuhan, maka akan timbul efek baiknya terhadap perilaku kemanusiaan kita.

Taqwa adalah bukti otentifikasi iman kita yang bisa memberikan harta benda yang disuka kepada mereka para duafa dan berkontribusi sumber daya terbaik kita mendukung kepentingan agama, bangsa, negara. Taqwa akan nampak pada tatakelola budaya kita yang mau menepati janji, termasuk janji menyelesaikan materi arahan ujian al Quran; perintah diamalkan, larangan ditinggalkan.

Taqwa adalah ketika kita bisa bersabar menerima ujian kekurangan kemiskinan dan tahan penderitaan ketika dihadapkan kondisi kesulitan. Taqwa adalah mental kita para pejalan safari idul Fitri yang beragama secara tangguh tanpa bermanja keluh. Puasa Ramadhan kita merupakan satu diantara candradimuka gemblengannya

Sedulur semua, Ramadhan yang suci sebentar lagi mengantarkan kita ke tujuan puasa dengan akhir perjalanannya adalah taqwa. Di ujung safari ini nanti, kita diharapkan mampu mencapai tanggal 1 Syawal yang menandai momen suci spiritual dan sakral.

Manfaatkan hari-hari di kesempatan terakhir perjalanan Ramadhan ini untuk melakukan pembersihan dan penyucian; ucapan, pikiran, tindakan. Sebab besok pagi belum ada garansi kita masih diberi jatah hidup di bumi ini. Ramadhan tahun depan, belum tentu kita bertemu

Mari kita seriusi berdoa bila kita ditakdirkan menemui pagi Idul Fitri, semoga keadaan keruhanian kita bisa bersih putih, seperti bayi baru lahir ke dunia, yang dhohir batin tanpa noda dosa. Aamiin. Minal Aidzin wal Faizin. Bismillaah bi idznillaahi nasta’iin.(*)

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.