
Surabaya- Kurang dari sepekan menjelang Hari Rada Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) pada Selasa (6/8) pukul 10.00 WIB melakukan sidak di sejumlah tempat penjual hewan kurban. Sidak yang dilakukan ini bertujuan untuk memeriksa secara langsung kesehatan maupun kelayakan sapi dan kambing sebagai hewan kurban.
“Menurut dari pengalaman sidak hewan kurban tahun lalu, kesehatan ternak sapi dan kambing tidak ditemukan penyakit yang terlalu fatal sehingga dinilai sah secara syariat Islam untuk berkurban,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Penyuluhan, Meita Ireno ditemui saat sidak di wilayah Mulyorejo, Kenjeran, pagi tadi.
Seperti tahun sebelumnya, juga ditemukan hewan kurban yang mengalamiluka-luka ringan akibat dikirim dari berbagai daerah di Jatim. Kemudian ditemukanjuga hewan yang mengalami iritasi mata, karena terkena angin dan diare. “Kalauyang terluka sering, seperti lokasi ini (Mulyorejo) kan juga desak-desakan jadimungkin ada yang badannya kena kayu, pagar, atau disruduk sesama hewan lain. Luka-luka itu pasti ada,” kata Meita.
Sementara itu penjual hewan kurban asal Jember Busyir (40) menyampaikansangat berterima kasih atas pengecekan kesehatan hewan kurban oleh PemkotSurabaya. Hal ini bisa meyakinkan pelanggan dalam membeli hewan kurban padanya."Denganadanya pemeriksaan merasa diuntungkan, bersyukur Alhamdulillah," katanya.
Diceritakannya, hewan kurbannya diberi makan daun lamtoro jadi dijamin tetap sehat. Meski telah mengalami perjalanan jauh dari di kampungnya. Busyir menjelaskan dirinya menjual hewan kurban jenis Kambing Kaligesing sebanyak 150 ekor dan sapi sebanyak 21 ekor. Hingga hari ini sudah banyak pelanggan yang datang ke kandangnya, baik untuk membeli dan juga bertanya-tanya."Dari hari minggu sampai Selasa ini, kurang lebih 60 yang membeli, itu ada dibuat sendiri, ada yang dijual lagi," pungkasnya. (est)