
TRENGGALEK (Lenteratoday) - Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menekankan kepada seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat. Pelayan disini tidak terbatas kepada pelayanan yang bersifat administratif tetapi juga operasional.
Sesuai dengan harapannya, Kapolres Trenggalek pada hari ini berhasil melaunching beberapa inovasi dan terobosan kreatif dalam rangka meningkatkan kualitas dan meuwujudkan pelayanan prima Kepolisian.
Di dampingi Wakil Bupati, Shah Natanegara, AKBP Doni Satria Sembiring secara bersama - sama melalukan potong pita sebagai symbol di resmikannya Launching Program Visualisasi SIM di halaman Satpas Sim Polres Trenggalek.
Syah Natanegara, selaku wakil bupati Trenggalek mengatakan, dengan adanya program ini, masyarakat jadi tahu Diana letak kesalahannya saat melalukan proses uji berkendara.
"Program ini sangat transparency sekali, karena masyarakat bisa melihat langsung letak kesalahan, sehingga, jikalau Ada kesalahan mereka bisa langsung mendapat print out hasil test drive yg mereka lakukan, sehingga keinginan untuk menitipkan ke calo, ini amat sangat tidak di mungkinkan, karena hal ini bersifat transparan,"' ungkap nya.
Di lain kesempatan, AKBP Doni menuturkan, berbagai inovasi untuk mendukung ketercapaian predikat WBBM telah diluncurkan. Tujuannya adalah memberikan kemudahan, akses yang cepat didukung dengan pengawasan yang ketat untuk menghindari penyimpangan maupun pelanggaran.
"Aspek sumberdaya manusia tetap harus diperhatikan. Sikap responsif, senyum, sapa dan salam harus benar-benar terpatri dalam diri masing-masing anggota terutama yang bertugas di bidang pelayanan," ungkap AKBP Doni Sembiring.
Ia menambahkan, sebagai etalase pelayanan publik harus benar-benar menguasai apa yang menjadi Tupoksinya dan memberikan kesan yang baik terhadap masyarakat. Pihaknya juga mengintrusikan agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat berimbas terhadap Polres Trenggalek secara keseluruhan.
Polres Trenggalek terus berbenah dan berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal ini selaras dengan konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi berkeadilan) yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, M.Si.
AKBP Doni menuturkan, Simetiks Mantap atau System Monitoring Elektronik Ujian Praktek Sim dan kata Mantap yang merupakan jargon Polres Trenggalek yang berarti melayani, terpercaya dan professional, menggunakan sistem digital untuk uji praktek Sim.
Mekanismenya, diawali dengan datangnya pemohon sim setelah lulus ujian teori yang selanjutnya menuju loket petugas penguji ujian praktek R2 untuk mengambil nomor antrian ujian praktek, setelah nomor urutan antrian terpanggil dan tampil di layar monitor Ruang Tunggu Sanika Satyawada, pemohon sim mencuci tangan dan menuju halaman ujian praktek dengan kendaraan yang sudah disiapkan oleh petugas penguji.
Petugas penguji mengarahkan jalur/rute yang akan dilalui kemudian pemohon sim melalui rintangan ujian praktek SIM R2. Perlu diingat bapak ibu Ketika pemohon sim melaksanakan ujian praktek tersebut, setiap gerakannya diamati oleh CCTV dan sensor yang terpasang pada tiap titik traffic cone di area ujian praktek sim. Data tersebut terekam pada komputer petugas penguji dan secara otomatis mengolah nilai tiap-tiap pemohon sim yang melaksanakan ujian praktek.
"Dengan terus melakukan peningkatan pelayanan seperti ini, Polres Trenggalek berharap masyarakat puas dengan semua program - program Dari Polres Trenggalek. Mengingat, Trenggalek Ada lah kota ke tiga setelah Surabaya Dan Sidoarjo yang melakukan Launching Program Visualisasi SIM," ungkap AKP Doni Sembiring.
Lebih lanjut di katakan, bahwasanya Polres Trenggalek juga menjalankan program Incar, yakni bagi mereka yang melanggar peraturan lalu lintas akan langsung di kenakan E -Tilang.
"Nanti mereka yang melanggar akan langsung di sanksi, dan jika ada petugas kami yang melihat akan dilakukan pengejaran bagi kendaraan tersebut," tutupnya. (ovi)