06 April 2025

Get In Touch

Tertutup, Suasana Sekolah SPI Batu Senyap

Tertutup, Suasana Sekolah SPI Batu Senyap

BATU, (Lenteratoday) - Pasca pelaporan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan pemilik sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) berinisial JE minggu lalu, suasana SMA SPI jauh lebih tertutup daripada sebelumnya.

Lentera mencoba untuk menghubungi pihak sekolah tentang apa yang terjadi di SMA SPI beberapa tahun terakhir, namun hasilnya nihil. Pihak sekolah enggan untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu, beberapa alumni yang berusaha ditemui juga mengelak untuk berbagi cerita.

Tak lama setelah laporan Komnas Perlindungan Anak terhadap JE mencuat, pihak sekolah sempat membantah tragedi kejahatan seksual tersebut. Dalam pernyataan yang beredar, kelompok yang mengatasnamakan Pembina dan Pengurus SPI menilai pemberitaan tentang JE yang melakukan kejahatan seksual tidak sesuai dengan apa yang terjadi di SPI.

Alexandra (bukan nama asli) saat dijumpai lentera di luar sekolah pada (31/5/2021) ia terlihat gugup, dan enggan untuk berbicara perihal kekerasan seksual yang dialami korban. Ia mengaku hanya berada di SPI selama 2 tahun, dan jarang berinteraksi dengan JE.

"Kita lebih fokus ke penelitian kita masing-masing sih, jarang interaksi, ya ada tapi kalau saya jarang sekali," ujarnya menjelaskan. Ia juga tidak mengetahui, ada tragedi kekerasan seksual di sekolahnya.

Risna Amalia, Kepala Sekolah SPI juga membantah ada kasus kekerasan seksual yang terjadi di SPI. Selang beberapa hari, Risna, tak lagi bisa dihubungi, semua informasi ditutup, dan awak media hanya bisa mengupdate informasi dari kuasa hukum JE, Recky Bernandus Surupandy.

Petugas keamanan sekolah, juga melarang awak media untuk masuk lingkungan sekolah, atau mengambil gambar dari dalam sekolah. (ree)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.