
Surabaya - Penetapan retribusi yang sudah di lakukan oleh DinasPemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya menuai banyak keluhan, salah satunya retribusipenggunaan Gelora Bung Tomo untuk pertandingan Persebaya. DPRD Kota Surabaya menilaikenaikan retribusi terlalu tinggi.
Selain dianggap terlalu tinggi, kenaikan retribusi juga tidakdijelaskan secara detail oleh Pemkot. Hal inilah yang menjadi sorotan Komisi BDPRD Surabaya. Sebab Dispora hanya menjabarkan besaran kenaikan retribusi tapitidak dengan perinciannya.
John Thamrun, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Mengatakanharusnya Dispora melihat kepentingan masyarakat Surabaya. Diantaranya bagipengembangan menunjang pembinaan kepada seluruh cabang olahraga yang ada diSurabaya. “Salah satunya adalah sepak bola yang ditangani Persebaya, karena Persebayaadalah icon milik kota Surabaya,” katanya, Senin (27/1/2020).
Kalau bicara retribusi, Lanjut John, harusnya penetapan retribusijuga mengacu pada efek domino yang berimbaspada penjualan tiket dibayar warga kota Surabaya. “Kenaikan itu terdiri darikomoponen apa saja? karena dari dua pertemuan ini kami meminta (komponen) darikenaikan itu apa? Tetapi dari Dispora tidak pernah memberikan, hanyamenjelaskan perjam-jam. Kami meminta kenaikan itu komponennya apa?,masing-masing kenaikan berapa dan harganya berapa, tidak tercantum. Ini yang kitaminta,” tegas John.
John menjelaskan bahwa tugas Dispora ialah mengayomi danmelindungi warga kota Surabaya untuk boleh menikmati acara-acara olahragabiarpun itu membeli. Kedua, seharusnya Dispora melakukan pembinaan kepadaseluruh cabang olahraga. “Seharusnya dispora tidak boleh membedakan antara satudengan yang lainnya,” jelas John usai rapat.
Selain itu, John juga mengatakan jika dalam penentuankenaikan retribusi harusnya Dispora berkoordinasi dengan KONI. Sebab sudah adaUU no 3 tahun 2005 yang membahas tentang Dispora dan KONI harus dilibatkan didalam menentukan pembinaan, pendayagunaan olahraga tentu di dalamnya termasukgedung-gedung yang harus dipakai.
“Dispora selama ini bergerak sendiri tidak melibatkan KONI.Nah disinilah kelemahan yang harus diperbaiki oleh Dispora, sehingga dalam mengumpulkanbeberapa retribusi juga harus mempertimbangkan dari pihak KONI yang membinaolahraga itu,” tegas John.
John yang juga politisi PDIP ini menilai besaran retribusiyang ditetapkan itu tinggi. Sebab Dispora harus memperhatikan jika karangtarunaatau penduduk sekitar ingin menyewa bangunan milik pemkot. (ard/adv)