06 April 2025

Get In Touch

Dugaan Penyimpangan Proyek RPH Modern Krian Ditindaklanjuti Kejari

Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Lingga Nuarie
Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Lingga Nuarie

SIDOARJO (Lenteratoday) - Kejaksanaan Negeri (Kejari) mendalami kasus dugaan penyimpangan pengadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Lingga Nuarie, saat dikonfirmasi wartawan di Ruang, mengatakan, pihaknya akan terus memproses pelaporan Proyek RPH modern sendiri yang dikerjakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian.

“Kami sudah pulbaket dan puldata bahkan juga sudah menurunkan tim ke lokasi RPH di Krian. Serta Kami tetap akan menindaklanjuti, mas. Dengan sudah turun ke lapangan dan memintai keterangan dari dinas terkait,” imbuh Lingga Nuarie.

Senada dengan hal tersebut, Hariyanto, Auditur Inspektorat Sidoarjo mengatakan, masalah Dinas Pangan masih menunggu koordinasi dari Kejaksaan. Pihaknya mengaku siap membantu langkah-langkah Kejaksaan untuk menegakkan hukum sesuai dengan Regulasi yang ada.

“Insya Allah, saya jamin Inspektorat dan APH tidak main-main didalam penegakan hukum,” Hari, sapaan akrabnya kepada duta, Rabu (9/6/2021).

Perlu di ketahui, RPH Krian telah diresmikan oleh Bupati Sidoarjo, pada Kamis, (4/3/2021). Untuk harga pemotongan perekor sapi dipatok Rp. 400.000. Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala, dan kulitnya. Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, Pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis/bersih karena menggunakan sistem pemotongan modern. (ang)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.