
MALANG (Lenteratoday) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa kelas industri animasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari akan mulai dibangun tahun ini.
Dalam peninjauan lokasi, Gubernur Khofifah menandaskan bahwa kawasan tersebut akan menjadi industri animasi terbesar. Sebab akan melibatkan sekitar 300 animator di Jatim. Untuk menunjang industri animasi tersebut juga akan disiapkan SDM sebanyak 200 lulusan SMP yang akan turut serta belajar dan berkecimpung langsung.
"Ini lahannya punyanya pak David, tapi kan kalau ada industri animasi di sini SDM-nya kan harus siap sekarang ini Pemkab Malang sudah menyiapkan 200 nih lulusan SMP tahun ini. Harapannya bisa langsung diprioritaskan masuk di SMK yang disiapkan di sini," kata Khofifah saat di lokasi KEK Singhosari, Jumat (1/6/2021).
Gubernur yang juga mantan Menteri Sosial ini mengharapkan nantinya antara industri animasi akan dibangun dengan SDM yang sedang disiapkan ini bisa nyambung dengan SDM yang akan dibangun.
"Supaya ini koneksitasnya itu lebih mudah dijangkau industrinya di sini, SMK-nya di sini. SMK yang akan bangun Pemprov tapi yang punya lahan kan pak David mungkin 'asap' ya teman-teman, as soon as posible, jadi supaya kita juga bisa menyegerakan pembangunan SMK di sini," tegasnya.
Sementara itu, Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, menambahkan bahwa KEK Singhosari merupakan kawasan ekonomi ini satu-satunya yang ada di Indonesia. Di pusat animasi ini juga akan ada produksi film dengan 300 animator.
"Maka ini juga akan dimanfaatkan untuk dunia pendidikan, di mana di sini nanti tahap awal akan kami bangun kelas industri. Di mana industri ini kami tempelkan di SMK Negeri 2 Singosari kabupaten Malang," paparnya.
Wahid melanjutkan, jika nanti sudah berkembang dan sarana prasaranya sudah mencukupi untuk berdiri sebagai SMK, maka akan ditingkatkan ke SMK tersendiri.
"Pembangunannya tahun ini, tapi sekarang ini masih kita proses untuk serah terima lahan dari yang punya KEK ini kepada Pemprov Jatim. Begitu nanti sudah diserahkan langsung kita laksanakan pembangunannya," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa SMK di kawasan KEK ini akan memanfaatkan 300 animator sebagai pengajar. "Secara geografis sangat tepat, karena animator animator saat ini terbanyak ada di Malang, ada sekitar 200 animator ada di Malang dan 100 animator dari Surabaya dan itu nanti kan bisa menjadi guru," tandasnya.
Di tempat yang sama, David Santoso, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama (IG) sebagai pengelola area KEK Singhosari mengatakan bahwa kawasan industri ini bisa memperkuat ekosistem ekonomi. (ufi)