
Jakarta - Direktur Eksekutif AirAsia, Tony Fernandes mengundurkan diri dari jabatannya setelah otoritas Inggris melakukan pemeriksaan terkait Airbus. Dalam pernyataan perusahaan ke bursa saham Malaysia yang dikutip dari Financial Times, Selasa (4/2/2020), AirAsia menyatakan Tony Fernandes dan Kamarudin Meranun melepaskan posisi mereka dalam perusahaan selama dua bulan atau lebih.
Ada dugaan suap US$ 50 juta dari Airbus untuk klub olahraga yang dimiliki dua eksekutif yang tidak disebutkan namanya. Hal ini kemudian dibantah oleh pihak maskapai.
Komisi Anti Korupsi Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Inggris yang juga menyelidiki tuduhan tersebut. Investigator Inggris mengatakan, AirAsia dan AirAsia X memesan 406 pesawat Airbus antara 2005 dan 2014. Sebagai pengambil keputusan utama di AirAsia dan AirAsia X, mereka diduga diberi hadiah dengan pesanan 180 pesawat dari Airbus.
AirAsia mengatakan sponsor Airbus ke tim olahraga merupakan hal yang wajar dan proses sponsorship ini sudah melalui penilaian internal yang wajar. Maskapai Malaysia menolak mengomentari identitas eksekutif yang disebutkan dalam penyelidikan.
Tony Fernandes, diketahui membeli AirAsia dari pemerintah Malaysia dengan harga kurang dari US$ 1 pada 2001 dan menjadikannya sebagai salah satu maskapai terbesar dunia. Ia dan rekannya, Kamarudin juga merupakan pecinta olahraga dan pernah memiliki tim balap Formula 1 Caterham, dan klub sepakbola London, Queens Park Rangers. (har/ins)