
JAKARTA (Lenteratoday) -Menteri Luar Negeri Retno Marsudi fokus menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam pertemuan anggota Gerakan Non Blok (GNB) pada Selasa (14/7/2021) dan memastikan keadilan terhadap akses vaksin.
Menlu Retno mengatakan pandemi Covid-19 telah mendorong ratusan juta orang ke jurang kemiskinan dan menghambat kemajuan kita menuju SDG.
Oleh karena itu, GNB harus bekerja bersama untuk memastikan partisipasi dari negara-negara berkembang dalam arsitektur keuangan internasional, mengatasi praktik perdagangan yang tidak adil dan persyaratan donor, serta meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan.
“Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 tahun depan untuk memajukan kepentingan negara berkembang," kata Retno.
Terkait vaksin, Menlu Retno menekankan adanya kesenjangan vaksinasi yang sangat lebar antara negara maju dan anggota GNB. Sebagian besar negara maju telah menyuntikkan vaksin setara dengan 70 persen populasi mereka, tetapi negara GNB masih di bawah 10 persen.
Untuk itu, dia mendorong negara GNB agar memprioritaskan vaksinasi di negara berkembang. GNB dapat berkontribusi pada upaya ini dengan menyerukan lebih banyak berbagi dosis (dose sharing), memperkuat dukungan terhadap COVAX Facility, dan mendukung negosiasi terkait hak intelektual atau TRIPS waiver negotiation (Ist).