
Blitar - Menjelang kepindahannya bertugas ke Kalimantan Selatan, Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto mengagas 1 persen anggaran untuk penyandang disabilitas. "
Gagasan ini disampaikan AKBP Buher panggilan AKBP Budi Hermanto, sebelum melakukan pengukuran untuk pemberian bantuan kaki palsu, kaki besi dan kursi roda untuk 10 orang penyandang disabilitas dari Yayasan Kinasih Kecamatan Kisamben Kabupaten Blitar. "Kaum difabel (penyandang disabilitas) jangan jangan patah semangat, untuk terus berusaha," tutur AKBP Buher, Kamis (6/2/2020).
Kegiatan yang diprakarsai oleh pribadi AKBP Buher ini, bekerja sama dengan salah satu yayasan sosial yang peduli kaum disabilitas dan yayasan pengusung program 1.000 kaki palsu.
Diungkapkan AKBP Buher kegiatan sosial semacam ini sudah dilakukannya sejak menjabat Kapolres Kota Batu, sedangkan di Kabupaten Blitar yang akan dibantu 6 orang dengan cacat kaki dibawah lutut. Lalu 2 orang dengan cacat diatas lutut, 1 orang dipasang kaki besi (brace) dan 1 orang dibantu kursi roda seluruhnya binaan Yayasan Kinasih. "Saya berterima kasih, didukung Pak Sugeng pembuat kaki palsu dari Mojokerto dan Kick Andy Foundation, Pemkab Blitar dan pihak-pihak lain yang peduli dengan saudara kita penyandang disabilitas," ungkap perwira yang akan segera pindah tugas promosi sebagai Wadir Reskoba Polda Kalsel ini.
Selain kaki palsu, AKBP Buher juga mengaku telah memfasilitasi belajar mengaji untuk 17 orang tuna netra, menggunakan Al Qur'an Braile. "Yang mendaftar 37 orang, tapi yang aktif berlatih selama 1,5 bulan ini sebanyak 17 orang anggota Pertuni Kabupaten Blitar," paparnya.
Ditegaskan AKBP Buher jika selama ini kepedulian pada kaum disabilitas hanya sebatas sarana pelayanan publik, seperti toilet dan jalur khusus. Seharusnya ada perlakuan yang sama dengan yang fisiknya sempurna. "Jika kita mau, bisa kita alokasikan 1 persen anggaran dari CSR perusahaan atau dari pemerintah untuk pemberdayaan kaum disabilitas," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, langsung dilakukan pengukuran pembuatan kaki palsu langsung oleh AKBP Buher dan Bupati Blitar Rijanto. Hasilnya akan diserahkan secara simbolis oleh putri Wakil Presiden Ma"ruf Amin yaitu Dr Hj Nur Azizah Ma'ruf SH.MHum pada 15 Pebruari 2020 mendatang.
Ditambahkan AKBP Buher, kita harus memberikan peluang penyandang disabilitas untuk maju, dengan memanfaatkan produk mereka seperti batik ciprat. "Bisa dipakai seragam tiap Jumat, bahkan kalau bisa setiap produk dari Yayasan Kinasih dipatenkan," imbuhnya.
Secara terpisah Bupati Blitar, Rijanto ketika dikonfirmasi mengenai gagasan
1 persen anggaran untuk penyandang disabilitas dalam APBD, mengaku bisa diwujudkan. "InsyaAllah bisa, sedangkan dari dana CSR tergantung komunikasi kita dengan pangusaha," kata Bupati Rijanto.
Selama ini Pemkab Blitar melalui Dinas Sosial juga sudah melakukan beberapa upaya untuk membantu para penyandang disabilitas. Diantaranya memberikan pelatihan dan bantuan alat, agar bisa mendiri dan berusaha sesuai keahlian yang dimiliki. (ais)