04 April 2025

Get In Touch

Memanas, Hong Kong Batalkan Seluruh Penerbangan

Memanas, Hong Kong Batalkan Seluruh Penerbangan

Hong Kong-Apakah Anda ada jadwal kegiatan ke Hong Kong dalamwaktu dekat ini? Bila iya maka sebaiknya dilakukan reschedule karena kondisisemakin memanas. Bahkan, hari ini Senin (12/8) pihak berwenang BandaraInternasional Hong Kong memutuskan untuk membatalkan semua penerbangan yangakan berangkat maupun yang sedang menuju Hong Kong.

Pembatalan ini dilakukan setelah ribuan pengunjuk rasamemasuki aula kedatangan bandara guna menggelar aksi demonstrasi lanjutan.

"Selain penerbangan keberangkatan yang telah melaluiproses check-in serta penerbangan yang sudah menuju Hong Kong, semuapenerbangan lainnya telah dibatalkan sepanjang hari ini," ujar petugasbandara dalam sebuah pernyataan.

Dilansir AFP, ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi memenuhikawasan bandara sambil memegang papan bertuliskan "Hong Kong tidakaman" dan "Malu pada polisi." "Aktivitas di Bandar Udara Internasional Hong Kong mengalamikekacauan serius akibat pertemuan umum di bandara hari ini," demikianpernyataan dari pihak bandara.

Pihaknya juga memperingatkan bahwa lalu lintas menuju bandara "sangat padat" dan fasilitas parkir mobil di sana benar-benar penuh. "Masyarakat disarankan untuk tidak datang ke bandara," ujar pihak bandara.

Sementara itu Polisi Hong Kong menggunakan penggunaan trukwater cannon atau meriam air untuk menghentikan para demonstran. Hal inidinyatakan pemimpin senior Chan Kin-kwok dalam presentasi kepada pembuatkebijakan.

Meriam air belum pernah digunakan oleh polisi pada kejadiangenting apapun sebelumnya. Hong Kong dilaporkan mengeluarkan dana sekitar 3,4juta dollar Amerika Seerikat atau Rp48 juta untuk membiayai pemesanan tigakendaraan tersebut. Namun kepolisian menolak menyebutkan angka secara detail.

Ia menyatakan bahwa penggunaan truk tersebut hanya ketikaada "gangguan publik skala besar" yang berujung pada "adanyakorban, kerusakan bangunan, atau instruksi keamanan publik dari ancaman"."Penggunaankendaraan tersebut adalah satu dari beberapa opsi kepolisian untuk penyeranganatau strategi khusus," ucap dia.

Demo yang dilakukan oleh ribuan hingga ratusan ribu orangtiap akhir pekan itu dipicu oleh rencana Hong Kong memberlakukan RancanganUndang-Undang (RUU) Ekstradisi.

RUU Ekstradisi ini akan memungkinkan para kriminal Hong Kongdikirim dan diadili ke China. Namun banyak warga Hong Kong beranggapan langkahini akan membuat para kriminal menerima perlakuan tidak manusiawi apabiladiekstradisi ke China dan mengikuti hukum negara itu.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.