DI depan ratusan ekonom, Kamis (26/8) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ekonomi hijau menjadi salah satu strategi dan kekuatan besar ekonomi Indonesia di masa mendatang. Ini menjadi kali kedua dalam sepekan terakhir, Jokowi menyenggol ‘green economy’. Setelah sebelumnya juga menyebut kosep tersebut saat Pidato Kenegaraan Kemerdekaan pada 16 Agutus lalu. Dari Sumber Daya Alam (SDA) negeri ini memang dianugrahi kekayaan melimpah. Tapi tunggu dulu? Anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkannya tidak main-main. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indonesia butuh dana sebesar US$ 247,3 miliar atau Rp 3.561 triliun (kurs 14.416,7/US$) untuk mengurangi 1.081 juta ton karbon saja. Belum lagi pembangunan kawasan industri hijau yang tentunya akan menyedot dana besar. Semoga ini tak sekadar menjadi target halu (istilah dari kata halusinasi), tapi benar-benar terealisasi. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/08/27082021.pdf
[3d-flip-book id="63767" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/08/27082021.pdf">