06 April 2025

Get In Touch

Prancis dan Inggris Usulkan Zona Aman Kabul pada Pertemuan Darurat PBB

Warga berusaha memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021) -Ant
Warga berusaha memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021) -Ant

PARIS (Lenteratoday) -Prancis dan Inggris akan mengajukan resolusi pada pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin tentang Afghanistan yang mengusulkan zona aman di Kabul untuk mencoba dan melindungi orang-orang yang mencoba meninggalkan negara itu, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (29/8/2021).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan tentang Afghanistan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat, China dan Rusia - anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto.

Macron mengatakan pada Sabtu bahwa Prancis mengadakan diskusi awal dengan Taliban tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan dan kemungkinan evakuasi lebih banyak orang dari negara itu.

Pasukan militer AS, yang telah menjaga bandara di Kabul, akan ditarik pada tenggat Selasa yang ditetapkan oleh Presiden Joe Biden. Prancis termasuk di antara negara-negara yang juga telah mengakhiri evakuasi dari bandara Kabul.

Pengungsi Prancis

Mengutip keterangan sebelumnya, tantangan terberat dalam mengevakuasi warga negara Prancis dan staf Afghanistan yang bekerja untuk otoritas Prancis adalah menjangkau bandara Kabul, ungkap Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, Selasa (17/8/2021).

Parly berbicara ketika penerbangan pertama yang terdiri atas 40 pengungsi --warga Prancis, Afghanistan dan warga negara lainnya-- mendarat di bandara Prancis.

"Situasi di bandara Kabul masih sangat kacau dan akses menuju bandara tersebut sulit sekali," kata Parly kepada wartawan.

Parly menuturkan bahwa Prancis bergantung pada militer Amerika Serikat untuk mengamankan bandara Kabul.

Dia juga mengatakan penerbangan evakuasi lebih lanjut akan bergantung pada slot pendaratan (Ant).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.