
MADIUN (Lenteratoday) - Kini para napi di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun (Lasdaun) dapat mengetahui informasi terkait masa tahanan dan hak-haknya hanya dengan melalui finger print. Layanan yang dibuka seminggu sekali tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada para napi dalam menjalani masa tahanan.
Kalapas, Ardian Nova Christiawan, memaparkan bahwa layanan Self Service tersebut untuk memudahkan napi mengetahui data tentang dirinya. Terkait dengan masa penahananan, tanggal bebas, remisi, jadwal program asimilasi dan pembebasan bersyarat.
"Sehingga WBP (warga binaan pemasyarakatan) dapat memantau remisi apa saja yang bisa didapatkan. Apabila belum mendapat remisi, sementara hak-haknya terpenuhi. Maka WBP bisa bertanya kepada petugas," jelasnya seusai meresmikan layanan Self Service di Sendang Klagenan, Senin (06/09/2021).
Menurutnya, dengan adanya Self Service merupakan bentuk transparansi layanan yang ada di Lapas Pemuda Madiun. Sehingga menjadi indikator pemenuhan Keterbukaan Informasi Publik untuk mendukung pelaksanaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM)
"Semoga layanan ini bisa bermanfaat dan bisa meningkatkan layanan kami. Dan menjadi program unggulan Lasdaun (Lapas Pemuda Madiun). Bisa menjadi efek positif," tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Ardian Nova juga meresmikan perpustakan, area bermain musik dan wahana memancing ikan khusus napi. Dimana para napi dapat membuka wawasan dengan membaca buku pengetahuan yang disediakan. Dapat mengembangkan bakat dengan alat musik. Dan juga dapat menghilangkan stres dari memancing ikan.
"Kami juga resmikan layanan area baca, area rekreasi untuk warga binaan. Yakni wahana memancing dan mengembangkan bakat minat bermain musik," tutupnya. (Ger)