MASALAH Lembaga Pemasyarakat (Lapas) bak lingkaran setan. Berbagai tumpukan problematika seolah-olah tidak berujung pangkal dan sulit dicari penyelesaiannya. Paling mencolok adalah over kapasitasnya penghuni hingga ratusan persen. Tak hanya memicu rentannya kerusuhan akibat pergesekan antar penghuni, tapi juga peristiwa fatal kebakaran. Seperti yang terjadi di Lapas Tangerang dengan kapasitas berlebih hingga 400%, ‘si jago merah’ mengamuk Rabu (8/9) dinihari dan menelan 41 nyawa. Lebih ngeri, polisi kini sedang menyelidiki adanya dugaan pidana alias kesengajaan. Salah satu clue yang menggiring kemungkinan pelanggaran hukum adalah terkuncinya sel yang menampung semua korban jiwa. Peristiwa ini pun adalah tragedi yang terulang. Sebab, dalam 5 tahun terakhir sudah ada sedikitnya 13 kasus serupa--meski tidak memicu kematian. Kritikan tajam pun mengalir. Mulai dari sistem keamanan yang dinilai buruk hingga sistem peradilan Indonesia yang menjadikan penjara sebagai hukuman utama. Bila kebakaran kali ini juga dilihat sebagai kejadian ‘lumrah’ dan tak ada solusi konstruktif, tinggal menunggu saja peristiwa serupa di tahun-tahun berikutnya. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/09/09092021.pdf
[3d-flip-book id="65431" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/09/09092021.pdf">