06 April 2025

Get In Touch

WHO Belum Setuju, Kamboja Tetap Vaksinasi Sinovac Anak 6 Tahun ke Atas

WHO Belum Setuju, Kamboja Tetap Vaksinasi Sinovac Anak 6 Tahun ke Atas

PHNOM PENH (Lenteratoday)- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyetujui vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun. Meski demikian, Pemerintah Kamboja mulai memberikan vaksin jenis Sinovac untuk anak-anak berusia 6 tahun ke atas.

Untuk diketahui, Negara Asia Tenggara itu tengah mendapat pujian atas program vaksinasi cepatnya. SebaHasilnya, 98 persen populasi orang dewasa menerima setidaknya satu dosis vaksin, menurut Kementerian Kesehatan Kamboja.

Seperti diberitakan AFP, Sabtu (18/9/2021), tahap vaksinasi terbaru ini dimulai dengan cucu-cucu Perdana Menteri (PM) Hun Sen dan para pejabat lainnya menerima suntikan vaksin Sinovac di depan wartawan di Phnom Penh pada Jumat (17/9/2021) waktu setempat."Perlu bagi kita untuk melakukan ini karena kita harus melangkah maju," kata PM Hun Sen.

Kamboja berencana memberikan dua suntikan vaksin buatan Cina tersebut pada anak-anak berusia enam hingga 12 tahun, dengan dosis ketiga atau booster nantinya.Vaksin Sinovac telah disetujui untuk penggunaan orang dewasa di lebih dari 50 negara, tetapi Cina telah mengizinkannya untuk digunakan pada anak-anak.

Namun, para ahli kesehatan belum yakin tentang kelayakan memvaksinasi anak-anak yang lebih muda. WHO pun telah mendesak negara-negara untuk menunda vaksinasi mereka yang berusia di bawah 12 tahun."Diperlukan lebih banyak bukti tentang penggunaan vaksin COVID-19 yang berbeda pada anak-anak untuk dapat membuat rekomendasi umum," kata badan kesehatan PBB itu.

Sebuah studi global tentang efektivitas vaksin Sinovac pada anak-anak berusia antara enam bulan dan 17 tahun telah diluncurkan minggu lalu. Penelitian ini akan melibatkan 14.000 anak dan remaja di Afrika Selatan, Chile, Kenya, Malaysia, dan Filipina.

Namun Hun Sen, pemimpin kuat yang telah memerintah Kamboja selama lebih dari tiga dekade, menepis kekhawatiran akan keamanan."Kamboja memiliki tugas untuk melindungi kehidupan rakyatnya dan memiliki tugas untuk membuka kembali perekonomian, termasuk pendidikan," katanya.Setelah Singapura, Kamboja menduduki peringkat kedua untuk kecepatan program vaksinasi di Asia Tenggara.

Negara ini telah menginokulasi sekitar 72 persen dari 16 juta penduduknya dengan dua dosis, menempatkannya jauh di atas tetangganya yang lebih besar dan lebih kaya, Thailand dan Vietnam.(afp)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.