
Surabaya - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sepertinya benar-benar akan menyuntik mati Panther. Setelah kurang lebih 20 tahun, legenda mobil diesel ini harus berhenti diproduksi karena terbentur regulasi standar emisi Euro IV.
Mobil yang pernah ditasbihkan sebagai ‘raja diesel’ ini nampaknya bakal behenti diproduksi dan dipasarkan pada 2021. Pasalnya, di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/3/2017, mobil bermesin bensin wajib memenuhi standar Euro 4 mulai September 2018, sementara diesel efektif berlaku pada 10 Maret 2021.
Hal ini diketahui lewat foto yang diunggah Grup Motuba di Facebook. Sepertinya foto tersebut merupakan Panther batch terakhir yang diproduksi oleh pabrik Isuzu di Indonesia. Dalam unggahan tersebut terlihat Isuzu Panther berwarna hitam, beserta seorang yang membawa tulisan “Isuzu Panther Terakhir Keluar Delivery, Good Bye. Kwalitasmu Tetap Kujamin.”
Seperti diketahui, standar Euro IV bagi kendaraan roda empat berbahan bakar diesel bakal berlaku pada 7 April 2021. Aturan ini tertulis dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih Tipe Baru Kategori M, N, dan O.
“Bagi kami Panther ini akan terbentur regulasi mengenai Euro IV. Secara teoritis, mesin Panther tidak akan sesuai dengan standar emisi yang akan berlaku,” ujar Attias Asril, General Manager PT IAMI, seperti dikutip dari Kompas.com awal Februari lalu.
Attias mengungkap sebetulnya Isuzu sudah pernah berpikir mengembangkan generasi baru Panther. Cetak biru produk yang pernah disebut 'rajanya diesel' ini sudah ada sejak 2016.
Namun, lantaran berbagai alasan, di antaranya pasar MPV dianggap menurun dan aturan baru Euro 4, Isuzu urung merealisasikan generasi baru Panther.
"Jadi desain blue print itu sebenarnya sudah pernah dibuat tapi kemudian belakangan kalau dilihat tren MPV medium ini kan menurun terus dan beralih ke arah SUV," kata Attias.
Di samping terbentur masalah emisi gas buang, tren penjualan Panther sebetulnya telah menurun dari waktu ke waktu. Dari dari 1.147 unit pada 2017 , 2018 angka distribusi dari pabrik ke diler masih berada di kisaran 950 unit. Dan pada 2019 yang lalu hanya mencapai 763 unit. (har/ins)