
LAMONGAN (Lenteratoday) - Nekat melancarkan aksinya di Lamongan, seorang maling motor berinisial SL (46) warga Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, babak belur hingga terkulai lemas setelah diamuk massa.
Peristiwa itu bermula ketika Alif Setyawan (24), memarkirkan motor Honda Tiger nopol S 2146 JAY di bengkel las Desa Tanjung, Kecamatan Kota, Kabupaten Lamongan. Tak selang berapa lama, tiba-tiba motornya sudah tidak ada ditempat lagi. Sadar kalau motornya dicuri orang, dia langsung mencari.
"Dikabari teman kalau motor saya hilang, kemudian saya kejar dan melihat seorang yang tak saya kenali mengendarai motor saya di simpang tiga Jl. Kusuma Bangsa," ungkapnya di lokasi kejadian, Selasa (12/10/2021).
Melihat hal itu, Alif langsung reflek menabrak pelaku. Tindakan tersebut berhasil menghentikan laju sepeda motornya yang telah dikendarai pelaku sejauh 4.5 kilometer dari lokasi awal hilangnya motor.
"Reflek langsung saya tabrak, pelaku langsung kabur kearah Timur. Saya pun terpancing dan mengejarnya," lanjut dia.
Akhirnya, korban berhasil menyusul mengejar melaku. Tindakan itu mendapatkan perhatian warga di sekitar lokasi, mereka kemudian berusaha mengamankan pelaku. Kodir (40), saksi mata mengungkapkan pelaku sempat lari terbirit-birit sejauh 1.5 kilometer ke arah timur hingga dibekuk warga di jembatan Kaliotek.
"Mendengar ada yang teriak maling, dan pengendara yang lari langsung saya kejar," tutur Qodir.
Pelaku SL berhasil ditangkap warga. Bahkan sebagian warga langsung menghakiminya dengan bogem mentah hingga membuat dia terkulai lemas. Untung pelaku langsung diamankan pihak kepolisian.
Saat itu, pelaku SL sempat mengaku melakukan aksinya bersama salah seorang rekanya berinisial TH yang berhasil kabur setelah tau rekanya tertangkap. "Bersama satu teman saya, bawa motor Jupiter merah tadi pagi ke Lamongan," ucapnya sambil menahan sakit.
Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku masih diperiksa penyidik. "Masih diperiksa dan akan dikembangkan," kata Jinanto. (*)
Reporter : Adyad Ammy I.
Editor : Lutfiyu Handi