06 April 2025

Get In Touch

Membingkai Kota Pahlawan dari Suroboyo Bus

Suroboyo Bus tampak keluar dari Terminal Joyoboyo. (Foto:Ardini/Lentera)
Suroboyo Bus tampak keluar dari Terminal Joyoboyo. (Foto:Ardini/Lentera)

Setiap Hari Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober, nama Wage Rudolf Soepratman (W.R Soepratman) pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, tak bisa dipisahkan dari sejarah. Jejak perjuangannya pun masih nyata tertinggal di Surabaya. Di sebuah rumah di Jalan Mangga Nomor 21, Tambaksari, sang violis menghabiskan sisa umurnya hingga meninggal dunia. Pemerintah Kota (Pemkot) pun menjadikan lokasi tersebut sebagai museum. Seperti julukannya, Kota Pahlawan  memang cocok menjadi jujugan napak tilas perjuangan republik ini meraih kemerdekaan. Jangan khawatir ‘gabut’ di Kota Surabaya. Sebab selain destinasi sejarah, banyak juga lokasi dan spot adem serta kekinian yang bakal membuat hati dan pikiran ‘fresh’. Taman Hutan Raya (Tahura) tersebar di seluruh penjuru kota, hutan mangrove, pusat belanja hingga café unik nan cantik mudah sekali ditemukan. Nah…untuk mencapai lokasi-lokasi itu tak perlu bingung, tak usah ragu moda transportasi umum termasuk Suroboyo Bus siap mengantarkan. Hanya dengan tarif ‘goceng’ atau bawa botol plastik, petualangan Kota Surabaya siap dimulai.

Oleh: Ardini Pramitha

Situasi Covid-19 Kota Surabaya telah ditetapkan level 1 sesuai hasil asesmen Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 per tanggal 19 Oktober 2021. Capaian ini pun diiringi dengan sejumlah kelonggaran, termasuk pembukaan berbagai destinasi untuk piknik ‘tipis-tipis’. Untuk taman saja misalnya, ada 8 taman kota yang diujicoba yaitu Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Taman Kebun Bibit, Taman Prestasi, dan Taman Ekspresi.

Ada juga destinasi pilihan lain seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS), pusat perbelanjaan hingga tempat makan dan nongkrong cozy yang siap dikunjungi. Tentu saja dengan catatan, siapapun diharuskan melakukan scan QR code barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

Mager kalau harus nyetir sendiri? Banyak moda transportasi umum termasuk Suraboyo Bus yang siap digunakan. Meski mungkin tak langsung turun tepat di depan lokasi, namun sudah tersedia juga beberapa angkutan umum antar moda.

Makin mudah, murah dan rute bertambah, itulah kondisi Suroboyo Bus saat ini. Rute yang sebelumnya hanya ada 4, sejak bulan lalu sudah ada dua rute tambahan yakni, Terminal Joyoboyo- Jl. Mayjend Jono Soewojo dan Terminal Joyoboyo-ITS.

Tercatat, hingga 27 Oktober 2021,  Suroboyo Bus telah melayani sebanyak 110.000 ribu penumpang. Angka ini lebih tinggi dari bulan September yang mendapat 102.754 ribu penumpang.“Kalau dipresentasikan, kenaikan sampai hari kemarin mencapai 8 persen. Tapi saya optimistis sampai akhir bulan nanti bisa menggenapi hingga 10 persen,” ujar Franki Yuanus Kepala UPTD Pengelolaan Transportas Umum Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Kamis (28/10).

Dengan duduk manis di kursi Suroboyo Bus, penumpang bisa membingkai ‘Kota Pahlawan’ secara ringkas namun utuh. Sebut saja untuk rute dari Utara ke Selatan, keindahan taman di jalur hijau median jalan bakal membuat pecinta tanaman pun senyum-senyum.

“Saya suka saat Bunga Tabebuya bermekaran, tak hanay di jalur tengah di jalur baru MERR pun sudah bermunculan bunganya,” ujar Dinar (33), warga Rungkut yang mengaku beberapa kali telah naik Suroboyo Bus.

Wanita yang mengaku menjadi pemula dalam berkebun tanaman hias ini mengatakan ‘ngiler’ saat lewat beberapa jalan yang memiliki jalur hijau penuh bunga. “Ada tanaman Tanduk Rusa  besar-besar, di beberapa titik anggrek berwarna ungu juga terlihat. Gimana saya nggak ‘ngiler’.Belum lagi yang besar-besar ada Tanaman palem bismarkia silver hingga Ketapang Kencana. Waduh pokoke numpak Suroboyo Bus seolah-olah koyok nglewati kebun raya (pokoknya naik Surabaya Bus, seperti melintas kebun raya,Red),” tuturnya.

Bagi yang ingin berhenti di destinasi yang cocok untuk refreshing di tengah kepenatan pekerjaan, juga bisa melipir sejenak ke beberapa lokasi. Rute Suraboyo Bus juga melalui beberapa destinasi wisata yang ada di Surabaya, seperti Kebun Binatang Surabaya, Taman Mozaik, Taman Bungkul, Monumen Tugu Pahlawan, Museum Surabaya, Monumen Kapal Selam, Monumen Bambu Runcing, Pantai Ria Kenjeran dan Ekowisata Mangrove.

Petugas menunjukkan cara membayar dengan QRIS.(Foto:Dok.DishubSurabaya)

Tak hanya, Surabaya Barat yang seolah-olah ‘dipingit’ karena  tidak banyak pilihan moda transportasi umum, kini sudah bisa menikmati Suroboyo Bus. Banyak tempat-tempat penting dan menarik yang patut untuk dikunjungi. Ada kampus Unesa Lidah Wetan dengan danau eksotiknya, Pakuwon Mall, Lenmarc Mall, dan beberapa tempat menarik lainnya.

Beberapa waktu lalu sudah ada rute Suraboyo Bus dengan rute Unesa Lidah Wetan dan ITS. Rute ini juga melewati pusat Kota Surabaya seperti Tunjungan Plaza, Balaikota, Kantor Gubernur Jawa Timur, dan Stasiun Gubeng. Rute yang dikenal sebagai rute Timur—Barat ini juga memiliki beberapa tempat transit yang terhubung dengan rute Utara-Selatan.

“Jalan disini kerap kali macet terutama pada jam-jam sibuk. Penyebabnya tak lain karena padatnya volume kendaraan pribadi. Kami tentu berharap kalau transportasi umum nyaman, banyak yang beralih menggunakan bus jadi tidak macet lagi,”ujar Dian, wanita 25 tahun yang setiap harinya menggunakan Suroboyo Bus untuk transportasinya saat bekerja.

Terkait masih adanya ‘blank spot’ atau wilayah yang belum dilalui Suroboyo Bus, Pemkot bakal terus melakukan pengembangan rute. “Memang ke depan pengembangan layanan dengan penambahan rute baru akan terus dipikirkan. Sehingga lebih banyak masyarakat yang menggunakan Suroboyo Bus sebagai transportasi andalannya,”Franki Yuanus.

Untuk rute terbaru dimulai dari Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) – Jl. Joyoboyo – Jl. Gunungsari – Jl. Raya Menganti Wiyung – Jl. Raya Wiyung – Jl. Babatan UNESA – PTC – Mayjend Jono Soewojo. Kemudian untuk rute kembali akan melewati Mayjend Jono Soewojo – PTC – Jl. Babatan UNESA – Jl. Raya Menganti – Jl. Raya Wiyung – Jl. Gunungsari – Jl. Joyoboyo – Jl. Diponegoro – Putar Balik Jl. Wonokromo – Putar Balik Bawah Mayangkara – Terminal Intermoda Joyoboyo.

"Rute ini memiliki panjang 21 Km terhitung dari lokasi pemberangkatan hingga kembali ke lokasi pemberangkatan semula. Waktu tempuh rute ini sekitar 1 jam 20 menit terhitung dari lokasi pemberangkatan hingga kembali ke lokasi pemberangkatan semula. Setidaknya ada 31 titik pemberhentian atau halte pada rute tersebut," katanya.

Inovasi Permudah Pembayaran

Terkait pembayaran, saat ini pembayaran menggunakan botol plastik masih diminati warga. Sebab permbayaran menggunakan QRIS dan Tap e-money tergolong baru. Sehingga harus lebih disosialisasikan agar seimbang. “Karea pelaksanaan untuk QRIS  dan uang digital elektronik masih baru September dimulai. Maka tugas kita masih perlu edukasi ke pengguna supaya bisa imbang,” ujar Franki.

Untuk pembayaran menggunakan botol plastik, penumpang wajib menyetorkan sejumlah botol bekas. Sedangkan untuk pembayaran menggunakan QRIS atau tap e-money cukup senilai Rp 5.000 alias ‘goceng’ saja.

Sebelumnya, Pemkot juga berencana menggandeng Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) untuk e-money. Dengan begitu, warga semakin mudah naik Suroboyo Bus. ’’Kami turuti permintaan masyarakat agar semakin mudah,’’ ucap Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad.

Pembayaran e-money saat ini masih berlaku untuk beberapa bank saja. Yakni, BCA dan Bank Jatim. Menurut Irvan, dalam waktu dekat ada penambahan bank lagi. Setidaknya ada empat bank besar lagi. ’’Saat ini masih proses MoU dengan pemkot,’’ terangnya.

Irvan menambahkan, penggunaan e-money di Suroboyo Bus terus meningkat. Hal itu sesuai dengan tujuan awal. Yakni, memfasilitasi siapa saja yang ingin naik bus. Misalnya, untuk QRIS, tidak semua penumpang memiliki handphone atau aplikasi. Karena itu, ada tambahan pembayaran secara e-money.(*)

Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.