06 April 2025

Get In Touch

Kemenparekraf Luncurkan Buku Panduan Penyelenggara Event

Suasana Pres conference peluncuran buku CHSE di Hotel Majapahit Surabaya bersama Koordinator Strategi Daerah Kemenparekraf, Hafiz Agung Rivai (Tengah), Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indayatmo dan David Susi Event Director Jember Fashion Carnaval Ce
Suasana Pres conference peluncuran buku CHSE di Hotel Majapahit Surabaya bersama Koordinator Strategi Daerah Kemenparekraf, Hafiz Agung Rivai (Tengah), Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indayatmo dan David Susi Event Director Jember Fashion Carnaval Ce

SURABAYA (Lenteratoday) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) luncurkan buku panduan CHSE bagi penyelenggara event di masa pandemi, supaya tetap mentaati protokol kesehatan.

Melalui buku yang juga dapat diunduh di link https://chse.kemenparekraf.go.id/storage/app/media/dokumen/Pedoman_Penyelenggaraan_Kegiatan, Koordinator Strategi Daerah Kemenparekraf, Hafiz Agung Rivai mengimbau pegiat event wajib mentaati aturan yang telah ditetapkan sebagai standar operasional prosedur (SOP).

"Ini buku panduan ketika akan membuat event. SOP ini menjadi keharusan yang diikuti penyelenggara event agar kegiatan itu tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata dia dalam sosialisasi CHSE di Hotel Majapahit, Rabu (3/11/2021).

CHSE memberikan sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Mengacu pada Inmendagri bagi daerah atau wilayah yang berstatus PPKM Level 3, tetap diperbolehkan membuat event. Namun, event tersebut tak boleh diselenggarakan secara langsung, melainkan hanya secara online saja.

"PPKM Level 1 boleh menyelenggarakan event secara live. Tapi harus mengikuti panduan CHSE tersebut. Untuk yang Level 3 tetap secara online mengacu pada Inmendagri. Bukan berarti tak boleh menyelenggarakan event," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, menambahkan CHSE ini merupakan bumper terdepan bagi penyelenggara event untuk menghindari resiko terciptanya klaster baru.

Dia menceritakan, event Jazz Gunung Bromo yang dihelat pada 25 September 2021 lalu sukses terselenggara dengan zero insiden Covid-19 karena berpedoman pada buku CHSE itu.

"Semua yang terlibat dalam event mulai dari pemain sampai penonton saya pastikan telah menjalani vaksin semua, meskipun ada yang baru satu kali. Penonton juga dilakukan swab antigen sebelum masuk, bagi pemain dilakukan swab PCR," ungkapnya.

"Kemudian, dua minggu pasca event mereka tetap kita monitor, hanya untuk memastikan tidak terjadi klaster baru," lanjutnya. (*)

Reporter : Ardini Pramitha

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.