
Kediri - PT Gudang Garam (GG) Tbk bersama Pemkab Kediri melakukan penghijauan di lereng Gunung Kelud, Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, (28/2/2020). Sedikitnya 6.500 bibit dari PT GG berupa tanaman keras dan buah buahan ditanam.
Penghijauan daerah tangkapan air tersebut juga melibatkan TNI-Polri, para pegiat lingkungan, siswa sekolah, dan masyarakat Desa Sugihwaras. Kegiatan ini digelar di lereng Gunung Kelud tepatnya di wilayah PDP Margomulyo itu merupakan rangkaian peringatan HUT Kabupaten Kediri ke 1216.
Kabag Humas PT GG Tbk Ihwan Tri Cahyono, yang hadir di lokasi Penghijaun, mengatakan, penanaman 6.500 bibit bantuan perusahaannya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Kediri. “Dalam hal ini kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri. Kalau tidak salah ditanam di kawasan pedesaan dan juga di kawasan lereng pegunungan," ujarnya.
Sementara itu Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno yang hadir dalam acara tersebut mengomandani langsung aksi penghijauan. Dikatakan, penghijauan di lereng Gunung Kelud tersebut merupakan rangkaian dari aksi penghijauan di tempat lain yang terlebih dahulu dilakukan.
“Ayo para pegiat lingkungan dan masyarakat untuk terus menjaga alam agar tetap lestari. Penghijauan ini, akan terus dilakukan terutama di daerah tangkapan air atau sumber air, di daerah yang rawan longsor dan daerah rawan kekeringan di seluruh Kabupaten Kediri,” kata bupati.
Bupati mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT Gudang Garam ikut berpartisipasi dan pihak-pihak ikut menjaga kelestarian alam. Mengingat, pemkab tidak bisa melakukan sendirian, tapi harus melibatkan semua pihak yang peduli dengan lingkungan.
“Daerah yang rawan longsor selain ditanami jenis tanaman keras juga ditanami sejenis rumput namanya narwastu atau akar wangi. Narwastu akarnya bisa panjang, sehingga bisa menahan longsor,” imbuhnya.
"Bupati mengharapkan semua desa bisa mengajak warganya menjaga kelestarian alam. Bantuan dana Rp 1 miliar yang diberikan ke tiap desa, bisa disisihkan untuk penghijuan. Ditegaskan pada kesempatan itu larangan keras pemotongan pohon, bila terpaksa harus memotong, maka satu pohon yang dipotong harus diganti dengan menanam 3 pohon.
Secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti SE, MM menjelaskan, jenis bibit pohon yang ditanam antara lain; pule, kemudian ada pucung, aren, dan preh. Serta bibit tanaman buah seperti nangka dan sirsak yang keseluruhan berjumlah 892 bibit," pungkas dia. (gos)