06 April 2025

Get In Touch

Sudah Di-SP3, Ibu Korban Masih Pertanyakan Kematian Anaknya

Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

SIDOARJO (Lenteratoday) - Meski Polresta Sidoarjo telah mengeluarkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus meninggalnya Agitha Cahyani. Namun, pihak keluarga korban khususnya Erlita Dewi, ibu korban, masih meyakini jika korban meninggal tidak wajar.

"Kami sudah datang ke Polresta Sidoarjo dan bertemu langsung dengan penyidik Satreskrim terkait perkembangan kasus yang di laporkan klien kami itu. Dan penyidik sudah menyampaikan terkait SP3 kasus ini. klien kami Ny. Erlita sudah menerima lampiran SP3 dari penyidik Polresta Sidoarjo," ungkap Putri Maya Rumanti, kuasa hukum dari Erlita Dewi, Senin (8/11/2021).

pengacara dari Law Firm Puri & Partners ini menambahkan wajar jika kliennya mempertayakan kematian anak pertamanya disebabkan karena apa. Hal itu karena saat terakhir bertemu korban tidak mengeluhkan sakit apa-apa dan keadaanya pun sehat.

"Selama tiga tahun ini, Klien kami beberapa kali bertemu Agitha Cahyani. Dan keadaan Agitha baik baik saja, tidak menunjukkan sedang mengalami sakit berat. Tak hanya itu, sewaktu Angitha sakit, klien kami sebagai Ibu kandung tidak diberitahu oleh orang tua yang merawatnya (Ayah Agitha). Tiba tiba dikabari jika Agitha sudah meninggal dunia," ungkap Putri.

Putri menambahkan pasca datang ke Sidoarjo setelah mendapat kabar Agitha meninggal karena sakit, sang Ibu pun kaget dan menduga sang putri sakit apa hingga sampai meninggal dunia.

Setibanya di rumah duka, Erlita pun melihat tubuh anaknya terbujur kaku dibungkus plastik, kemudian dikafani dan mengeluarkan darah segar yang sempat viral di Medsos tersebut.

"Awalnya Erlita tidak tahu ada darah segar yang keluar dari tubuh putrinya itu, tahunya Erlita dikasih tahu oleh Pamannya dan temanya yang merekam ada darah tersebut. Wajar melihat almarhum anaknya dibungkus plastik dan dikafani kemudian melihat ada darah segar yang keluar dari tubuh Agitha, sang ibu menduga ada ketidakwajaran di kematian Agitha," tegas Putri.

Putri pun menanyakan jika kematian Agitha itu dianggap wajar kenapa kok dibungkus plastik, sementara di dalam agama Islam kan tidak boleh dibungkus plastik.

"Wajar klien kami mencari keadilan perihal kematian Agitha. Kan seharusnya pihak kepolisian jangan percaya begitu saja dong, harus dipertanyakan kenapa ada kantong plastik yang membungkus jenazah Agitha. Kenapa jenazah dibungkus plastik, kan jelas adanya plastik itu agar darah segar itu tak keluar membasahi kain kafannya," katanya. 

"Kasus kecelakaan saja tidak dibungkus plastik kok. Ini kan aneh, padahal kondisi jenazah jelas bibir biru, tubuh korban juga mengeluarkan darah. Kami pun berpikir jangan jangan pecah pembuluh darah almarhum Agitha. Wajar dong Ibunda nya menanyakan atau curiga perihal kematian Agitha," sambungnya.

Lebih jauh Putri mengungkapkan jika pihaknya akan bermusyawarah dengan ibu korban untuk langkah yang akan diambil selanjutnya. Sebab pihak Ibu Kandung Agitha menduga sakit parah yang dialami anaknya hingga akhirnya meninggal dunia tersebut diduga kurangnya mendapat perawatan saat tinggal dengan Ayah kandungnya dan Ibu tirinya tersebut.

Sejak Erlita Dewi bercerai dengan Agung Wahyu Raharidi, ayah korban, keempat anak mereka ikut dan di asuh Agung dan tinggal di Sidoarjo. 

"Agitha dan ketiga saudaranya tinggal di Sidoarjo dirawat Ayah kandungnya beserta Ibu Tirinya. Jika Agitha sakit parah seharusnya mendapat perawatan yang baik. Kami menduga ada kelalaian yang dilakukan orang tua yang saat itu merawat Agitha hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan April 2021 lalu itu. Selanjutnya kami Kuasa Hukum akan bermusyawarah dengan pihak keluarga (Ny Erlita red) untuk langkah apa yang akan kami ambil," ungkap Putri.

Putri juga mengapresiasi kinerja penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo yang sudah membantu Kliennya dalan mencari keadilan atas kematian Agitha.

"Semoga hasil otopsi Agitha benar dan sudah berkeadilan, dan kami menyerahkan semuanya kepada Allah, semoga Almarhum diberikan ketenangan dan tempat terbaik disisi Alah. Dan terima kasih pihak kepada Polresta Sidoarjo yang sudah membantu klien kami dalam mencari keadilan atas kematian Agitha Cahyani," tegasnya. (*)

Reporter : Angga Prayoga

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.