
SURABAYA (Lenteratoday) - Keberadaan perpustakaan merupakan segmen yang vital dalam dunia pendidikan. Sayangnya, perpustakaan masih dipahami sebatas gudang buku yang berisi satu atau beberapa petugas sebagai operatornya. Perpustakaan masih dianggap suplemen atau komplemen institusi pendidikan. Padahal pendidikan sulit terselenggara dengan baik bila para tenaga kependidikan maupun peserta didik tidak didukung oleh ketersediaan perpustakaan yang layak dan memadai.
Mengingat demikian penting peran perpustakaan dalam mendukung kegiatan pendidikan, pemerintah melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menerbitkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Rujukannya, telah diatur dalam peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia no 7 Tahun 2018 Tentang Instrument Akreditasi Perpustakaan Sekolah Dasar/Ibtidaiyah.
Hal inilah yang menjadi konsentrasi perpustakaan SD Al Falah Surabaya. Teknis pelaksanaannya dimulai dengan visitasi dari tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya pada bulan Juli 2021. Perpustakaan SD Al Falah mendapat arahan, bimbingan sekaligus pemetaan standar verifikasi dalam menghadapi proses akreditasi dari Perpustakaan Nasional.
Sebelumnya, beberapa bulan persiapan verifikasi sudah dilakukan perpustakaan SD Al Falah Surabaya. Yaitu pemberkasan dan melengkapi komponen penilaian akreditasi yang meliputi koleksi perpustakaan, sarana prasarana perpustakaan, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan pengelolaan perpustakaan, dan penguat.
Persiapan tersebut cukup melelahkan karena data tiga tahun terakhir tetap diperlukan dan harus terdokumentasi dalam komponen akreditasi. Komponen tersebut selanjutnya direview ulang oleh tim visitasi Dinas Pusip Kota Surabaya sebelum diajukan ke Perpusnas untuk mendapat penilaian akreditasi.
Puncaknya, pada bulan November 2021, tim asesor akreditasi dari Perpustakaan Nasional RI memutuskan bahwa SD Al Falah Surabaya mendapatkan nilai A dengan kategori sangat memuaskan. Pada Kamis (11/11/2021) piagam akreditasi itu diserahkan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya kepada Kepala Sekolah SD Al Falah Surabaya, Izzaty Latifiyah.
”Terima kasih atas bimbingan dan kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Semoga ke depannya dapat meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja perpustakaan SD Al Falah Surabaya. Disamping itu kami juga berharap perpustakaan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses terwujudnya pembelajaran yang berkualitas,” tuturnya.
Sinergi yang apik dan dinamis antara pihak pengelola dengan seluruh stake holder sekolah, termasuk Kepsek dan jajarannya, para guru dan siswa, diperlukan agar keberadaan perpustakaan sebagai study center benar-benar terwujud dan tidak berkembang di tingkat wacana semata.
Penulis : Abdillah F Hasan Pendidik di SD Al Falah Surabaya
Editor : Endang Pergiwati