06 April 2025

Get In Touch

Alert! Covid di Eropa hingga Singapura Meledak

Alert! Covid di Eropa hingga Singapura Meledak

JAKARTA (Lenteratoday)- Kasus corona di Benua Eropa hingga Singapura kembali meledak. Ini menjadi alarm tanda bahaya bagi semua negara di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, ada peningkatan kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 di wilayah Eropa dan Asia Tengah. Bahkan kasus kematian meningkat 10% selama seminggu terakhir.

Dalam laporan mingguan, WHO mengatakan hampir dua pertiga dari semua infeksi global berada di wilayah tersebut. Jumlah kematian mingguan turun sekitar 4% di seluruh dunia dan menurun di setiap wilayah kecuali di dua wilayah tersebut.

Dikutip dari Euro News, Sabtu (13/11/2021) Direktur WHO Eropa Dr Hans Kluge mengatakan jika kawasan itu kembali menjadi pusat pandemi.

Kluge memperingatkan, wilayah Eropa dan Asia Tengah WHO dapat melihat 500.000 kematian lagi pada Februari 2022, jika tidak ada tindakan yang diambil untuk membatasi penyebaran virus.

Sejak awal pekan, beberapa negara di Eropa mencatatkan kenaikan infeksi dan kematian. Terbaru, pusat pengendalian penyakit nasional Jerman mengatakan telah mencatat rekor tertinggi kasus virus corona baru.

Negara ini mencatat 50.377 kasus infeksi dan 223 kematian baru dalam sehari per Jumat (12/11/2021).

Di Rusia, infeksi baru dan kematian masih tetap tertinggi sepanjang masa. Sekitar 40.000 kasus dan lebih dari 1.100 kematian telah terdaftar setiap hari di negara itu sejak akhir Oktober lalu.

Sementara itu, di Singapura dilaporkan 3.099 kasus covid -19 baru pada Jumat (12/11/2021), dan 14 orang meninggal. Naik dari hari sebelumnya pada Kamis yang mencapai 2.396 kasus infeksi.

Korban tewas paling banyak berada pada usia 35 - 102 tahun. Kecuali bagi orang yang tidak divaksinasi dan memiliki berbagai kondisi medis yang mendasari.

"Pria berusia 35 tahun itu tidak divaksinasi dan memiliki banyak penyakit penyerta," kata Kementerian Kesehatan Singapura seperti dilaporkan Channel News Asia.

Hal ini membuat total kematian akibat corona di Singapura mencapai 562 orang.

Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan 1.04 pada hari Jumat lebih tinggi dari hari sebelumnya 0,87. Ini mengacu pada rasio kasus komunitas selama seminggu terakhir.

Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan di atas 1, terakhir kali terjadi pada 2 November. "Rasio minggu ke minggu telah meningkat karena jumlah kasus yang relatif rendah selama hari libur umum Deepavali minggu lalu," kata Depkes.

Depkes juga melaporkan kasus baru yang dilaporkan itu terdiri dari 2.965 kasus dari masyarakat dan 128 infeksi di asrama pekerja migran, dan enam kasus impor.

Sehingga total kasus Covid - 19 di Singapura per Jumat sudah mencapai 233.176, sejak awal pandemi.

Sebanyak 1.616 kasus dirawat di rumah sakit dan 280 pasien membutuhkan suplai oksigen di bangsal umum. Ada 31 kasus tidak stabil dengan pengawasan ketat di ICU, dan 75 orang sakit kritis. Saat ini tingkat pemanfaatan ICU keseluruhan mencapai 67%.

Selain itu untuk tingkat Vaksinasi sudah 85% dari populasi Singapura dengan dosis lengkap. Sementara 19% dari populasi telah menerima suntikan booster.(*)
Sumber: Reuters
Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.