04 April 2025

Get In Touch

Kutai Kertangera & Penajam Paser Utara Jadi Ibu Kota RI

Joko Widodo, Indonesia's president, gestures as he speaks during an interview in Jakarta, Indonesia, on Friday, July 12, 2019. Widodo vowed to implement a wave of reforms to attract foreign investment as he looks to unleash the potential of Southeast Asia’
Joko Widodo, Indonesia's president, gestures as he speaks during an interview in Jakarta, Indonesia, on Friday, July 12, 2019. Widodo vowed to implement a wave of reforms to attract foreign investment as he looks to unleash the potential of Southeast Asia’

JAKARTA-LETRA.ID PresidenJoko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Provinsi Kalimantan. Halitu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin(26/8.

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah disebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten KutaiKertangera, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.

Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingiWakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan GubernurDKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabatpemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/KepalaBappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Hadir jugaMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalildan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Ia berharap pemindahan ibu kota akan mendorong pertumbuhanekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.Jokowi menjamin dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecilmungkin menggunakan APBN. Pemerintah akan dorong partisipasi swasta, BUMN,maupun skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha.

Sebelum menetapkan ibu kota baru, Presiden pun telahmeninjau sebagian wilayah yang menjadi calon ibu kota baru. Wilayah itu diantaranya Bukit Soeharto di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, KawasanSegitiga Kalimantan Tengah, dan kawasan yang berada di Palangkaraya.

Sebelumnya, kepada awak media, Gubernur Kalimantan Timur(Kaltim) Isran Noor ke Istana Kepresidenan mengatakan bahwa pihaknyamemang  mengusulkan dua kabupaten itu untuk dijadikanlokasi ibu kota RI yang baru.

"Kawasannya yang sudah kita sampaikan kepada BapakPresiden, kita sampaikan kepada tim pengkaji, termasuk kepala Bappenas, yaituKabupaten Kutai Kartanegara dan nyambung ke Kabupaten Penajam PaserUtara," katanya.

Isran menjelaskan, dua kabupaten itu saling berdekatan danakan cukup luas bila dijadikan lokasi ibu kota baru."Dua kabupaten ituterhubung dan itu yang kita tawarkan yang kita sampaikan kepada PakPresiden," tegas dia.

Berdasarkan dokumen rencana pemindahan ibu kota MenteriPerencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan PerencanaanPembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kaltim punya delapan keunggulan untukmenjadi lokasi ibu kota baru.

Pertama, Kaltim dekat dengan dua bandar udara (bandara)besar di Balikpapan yaitu Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman,dan bandara besar di Samarinda yaitu Bandara Internasional Aji PangeranTumenggung Pranoto.

Kedua, Kaltim dekat dengan akses jalan tolBalikpapan-Samarinda yang sepanjang 99,35 kilometer (km). Ketiga, Kaltim dekatdengan Pelabuhan Semayang Balikpapan. Keempat, Kaltim memiliki infrastrukturjaringan energi dan air bersih.

Keunggulan yang kelima dari Kaltim yakni memiliki strukturdemografi heterogen. Maksudnya, sebagian besar penduduk Kaltim merupakanpendatang.

Sehingga, masyarakat Kaltim lebih mudah menerima hal-halbaru atau juga bertemu dengan pendatang-pendatang baru lainnya. Perlu diketahui,dengan pemindahan ibu kota ke Kaltim maka sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN)dari Jakarta juga turut pindah ke Kaltim.

Kaltim memiliki lokasi delineasi Kaltim dilewati Alur LautKepulauan Indonesia (ALKI) II di sekitar Selat Makassar. Keunggulan tersebutmembuat Kaltim bebas dari bencana alam seperti gempa bumi dan kebakaran hutan.

Ketujuh, letak Kaltim tidak berbatasan langsung dengan batasnegara. Terakhir, Kaltim memiliki ketersediaan lahan dengan status AreaPenggunaan Lain (APL), hutan produksi dengan konsesi Hutan Tanaman Industri(HTI) dan hutan produksi yang bebas konsesi, keunggulan ini menjadi bekalpemerintah untuk mempermudah pengadaan lahan ibu kota baru.

Meski memiliki delapan keunggulan yang jadi bekal pemerintahmenentukan calon ibu kota, Kaltim masih memiliki dua kelemahan.

Pertama, Kaltim masih memiliki potensi bencana banjir padawilayah yang dekat dengan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Kedua, ketersediaansumber daya air tanah di Kaltim masih rendah.          (*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.