
Sidoarjo- Warga Desa Kedungbanteng, Tanggulangin yang terdampak banjir menuntut penghentian pengeboran Minarak Gas inc.
Warga menilai banjir yang terjadi selama dua bulan tersebut disebabkan aktifitas pengeboran perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh tokoh muda Tanggulangin Ahmad Nidhom.
"Warga sekarang menuntut penghentian aktifitas Minarak Gas, karena banjir tak kunjung henti, belum ada solusi konkrit dari pemerintah," ungkap Nidhom kepada lenteratoday.com, Senin (2/3/2020).
Nidhom melanjutkan bahwa warga berharap pemerintah segera mengatasi banjir di Tanggulangin. Dengan demikian warga bisa segera berkatifitas seperti biasa tanpa dihantui dengan banjir. (pin)