04 April 2025

Get In Touch

Pemalsuan Laporan Keuangan Rp 815 M, Petinggi Juventus Diselidiki Polisi

(Ilustrasi) Klub Juventus sedang dalam penyelidikan polisi diduga kasus pemalsuan laporan keuangan. (Foto:AFP)
(Ilustrasi) Klub Juventus sedang dalam penyelidikan polisi diduga kasus pemalsuan laporan keuangan. (Foto:AFP)

TURIN (Lenteratoday)-Bukan bangkrut, tapi Juventus kini tersandung masalah keuangan serius. Pasalnya para petinggi klub asal Turin itu tengah diselidiki terkait kasus pemalsuan pembukuan keuangan dengan angka 50 juta euro (Rp 815 miliar).

Menurut laporan surat kabar Italia, La Gazzetta dello Sport, dikutip Sabtu (27/11/2021) petugas kepolisian militer yang bergerak di bawah Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia, Guardia di Finanza, tiba di kantor Juventus, Continassa, pada Jumat (26/11/2021) waktu setempat.

"Guardia di Finanza tiba di Continassa hari ini untuk mengumpulkan informasi dan mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan karena Juventus sedang diselidiki sehubungan dengan [kasus pemalsuan keuangan] antara musim 2018 hingga 2021," tulis laporan tersebut.

Sebelumnya, sebuah berkas dibuka oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin menyusul penyelidikan Komisi Nasional Perusahaan dan Bursa Efek (CONSOB) dan Pengawas Sepak Bola Italia (COVISOC) atas kasus pemalsuan keuntungan modal (capital gain) di Serie A.

Laporan tersebut mengeklaim perpindahan 50 juta euro (Rp 815 miliar) telah terjadi dan ada enam orang di Juventus yang tengah diselidiki atas kasus tersebut, termasuk Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

Selain Agnelli, Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, dan mantan Direktur Olahraga, Fabio Paratici--sekarang di Tottenham Hotspur--juga masuk dalam daftar penyelidikan.

“Saat ini, tindakan itu bertujuan untuk memastikan kejahatan komunikasi palsu dari perusahaan terdaftar dan menerbitkan faktur untuk transaksi yang tidak ada," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin.

Beberapa transfer yang terkait dengan penyelidikan kasus ini, khususnya pertukaran pemain dengan Barcelona pada 2020. Saat itu, Miralem Pjanic dari Juventus ditukar dengan Arthur Melo.(*)

Sumber: La Gazzetta dello Sport

Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.