03 April 2025

Get In Touch

Ditemukan Omicron di Saudi, Umrah-Haji 'Galau' Lagi

Ilustrasi Koran Lenteratoday
Ilustrasi Koran Lenteratoday

SURABAYA (Lenteratoday) -Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan gambaran terbaru tentang virus corona varian Omicron. Ironisnya, di saat jemaah Indonesia yang sudah menunggu hampir 2 tahun bersiap menjalankan ibadah di Tanah Suci, Omicron malah ditemukan di Arab Saudi.

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai penutupan kembali akses umrah dan haji, muslim di dunia tentunya was-was. Sebab, ada bukti awal bila varian ini berisiko untuk lolos dari sistem imun tubuh dengan tingkat penyebaran yang lebih tinggi.

Di dalam negeri, meski pemerintah memastikan belum ada Omicron, tapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mulai resah.  Rapat bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan digelar. Rapat itu khusus membahas terkait Corona varian Omicron.

Arab Saudi mengkonfirmasi penemuan kasus pertama varian Omicron. Pemerintah setempat menyebut kasus itu berasal dari salah satu negara di Afrika Utara.Pernyataan tersebut disampaikan pemerintah lewat kantor berita setempat pada Rabu (1/12/2021). Pihak Saudi memastikan tindakan kesehatan sudah diambil terhadap kasus varian Omicron tersebut.

"Pelaku perjalanan serta orang yang kontak dengannya telah diisolasi," sebut keterangan pemerintah setempat seperti dikutip dari Arab News.

Kemunculan kasus pertama itu seiring dengan mulai dilonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19 di Saudi. Beberapa pelaku perjalanan, termasuk dari Indonesia, sudah diizinkan masuk Saudi.

Terkait kemunculan kasus baru ini, otoritas Saudi belum memberikan keterangan secara detail. Varian Omicron masuk dalam kategori variant of concern oleh WHO. Sebab, varian Omicron lebih menular dibanding varian-varian lain.

Kasus pertama varian Omicron di Arab Saudi muncul bertepatan dengan dibukanya pintu masuk untuk 6 negara, termasuk Indonesia.

Lantas, bagaimana nasib umrah dari Indonesia yang baru saja dibuka? Konsul Jenderal (Konjen) KJRI Jeddah, Eko Hartono, mengungkapkan saat ini kebijakan ibadah umrah masih berlanjut.

“Untuk umrahnya sendiri sampai sekarang belum ada perubahan kebijakan dari Saudi. Artinya, persiapan terus dilakukan, tidak ada perubahan kebijakan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada,” ucap Eko ketika dihubungi, Rabu (1/12/2021).

Satu kasus varian Omicron tersebut adalah pelaku perjalanan dari salah satu negara di Afrika bagian utara. Ini menjadi kasus varian Omicron pertama di kawasan Timur Tengah dan utara Afrika. Eko mengatakan, Pemerintah Saudi telah mengupayakan pencegahan penyebaran varian tersebut.

"Sudah diambil langkah cepat untuk melokalisir orang itu [penderita COVID-19 varian Omicron], merawat, dan sebagainya. Dan tracing (pelacakan) sudah segera dilakukan supaya tidak meluas. Mudah-mudahan enggak," jelasnya.

"Belum [ada informasi lebih lanjut dari Pemerintah Saudi]. Jadi langkah-langkah apa, apakah ada perubahan kebijakan soal umrah, sejauh ini belum ada. Tapi mudah-mudahan tidak," tutup Eko.

Penemuan varian Omicron dilaporkan oleh Afrika Selatan kepada WHO pada 24 November 2021. Varian yang diklasifikasikan sebagai variant of concern (varian yang mengkhawatirkan) ini diketahui memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Varian ini ditakutkan dapat lebih mudah menular dan mengurangi efektivitas vaksin. Namun, masih diteliti apakah varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih berat atau tidak.Puluhan negara di dunia sudah menutup perbatasannya dari negara-negara di selatan Afrika, seperti Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Malawi, Lesotho, dan Mozambik.

Varian ini telah ditemukan di banyak negara, seperti Australia, Belanda, Inggris Raya (termasuk Skotlandia), Kanada, Jepang, Brasil, Nigeria, hingga yang terbaru adalah Arab Saudi.

Jokowi Gelisah

Presiden pun langsung menggelar rapat bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Rapat itu khusus membahas terkait Corona varian Omicron.

"Tadi pagi, pak presiden memanggil beberapa menteri terkait, ada menteri Menko Marves, Menko Perekonomian, menteri luar negeri diwakili Wamen, dan beberapa menteri lain secara spesifik bahas Omicron," kata Mensesneg Pratikno kepada wartawan di Istana, Rabu (1/12/2021).

Pratikno mengatakan Indonesia harus belajar dari perkembangan kasus COVID-19 di negara lain. Jokowi meminta semua pihak waspada."Kita juga belajar dari beberapa negara lain dengan adanya kasus ini. Intinya kita harus selalu waspada, selalu standby, jadi semua kapasitas yang ada harus selalu siaga. Dalam waktu dekat, akan ada penjelasan lebih lanjut dari menko terkait," ujar Pratikno.

Pratikno juga mengungkap arahan Jokowi soal pentingnya kerja cepat. Selain itu, vaksinasi juga diminta terus ditingkatkan.

"Selalu waspada. Jadi selalu mengikuti dinamika di lapangan dan bereaksi cepat terhadap kemungkinan itu. Dan terus vaksinasi, beliau juga akhir minggu yang lalu khusus rapat mengenai percepatan vaksinasi. Karena kita juga akan mendapatkan lagi stok vaksin yang bertambah. Kita percepat vaksinasi. Tentu saja protokol kesehatan tetap dijaga. Kewaspadaan, kecepatan beraksi, seandainya ada masalah, terus dijaga. Oleh karena itu tadi juga beliau bertanya seandainya ada kasus, bagaimana rumah sakit- rumah sakit darurat itu diaktifkan, semua menyatakan tetap siaga, jadi kita tetap siaga," beber Pratikno mengungkap arahan Jokowi.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengungkapkan saat ini seluruh pihak terkait untuk perjalanan sudah memenuhi syarat.

"Kami sebagai penyelenggara berkomitmen dan memastikan untuk memenuhi syarat dan semuanya sudah siap," katanya.

Firman menyebutkan, kondisi ini diharapkan tidak akan mengganggu rencana perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Apalagi saat ini di Indonesia masih relatif aman dari kasus varian baru. "Kecuali ada kebijakan dari mereka yang menentukan," jelas dia.

Tapi sejauh ini, pihak otoritas Arab Saudi sudah mengizinkan Indonesia sebagai negara yang bisa menjalani ibadah umrah dan mengizinkan penerbangan langsung.

Para pelancong dari enam negara, yakni India, Mesir, Pakistan, Indonesia, Brasil dan Vietnam, sekarang bisa masuk ke wilayah Saudi tanpa harus menghabiskan 14 hari di luar negara-negara tersebut sebelum masuk tiba di Saudi.

Selain Arab,Korea Selatan melaporkan empat suspek kasus varian Omicron di negara itu, pada Rabu (1/12/2021). Pemerintah Korsel menyampaikan ada empat suspek kasus varian baru ini, termasuk pasangan yang baru-baru ini bepergian ke Nigeria.

Mengutip kantor berita Chosun, pasangan tadi tiba di Bandara Internasional Incheon pada Rabu (24/11/2021), setelah sebelumnya pergi ke Nigeria. Kedua orang ini kemudian dipastikan positif Covid-19 sehari setelahnya.

Pesawat yang dinaiki pasangan ini membawa 81 penumpang dari Nigeria, sempat melakukan transit di Ethiopia, dan hanya membawa 45 penumpang ke Korsel.

Satu orang lain yang menjadi suspek merupakan teman pasangan ini. Ia sempat mengantar pasangan tadi ke rumah setibanya mereka di bandara. Satu orang suspek lain adalah anak laki-laki si teman, yang mendapatkan hasil positif Covid-19 pada Selasa (30/11).

Tak hanya itu, Korsel juga melaporkan rekor penambahan angka kasus harian Covid-19 di negara itu. Korsel mencatat kenaikan angka kasus harian Covid-19 sebanyak 5.123 kasus dalam 24 jam hingga Rabu (1/12).Kenaikan kasus Covid-19 di Korsel juga membuat ketersediaan ranjang rumah sakit di negara itu hampir penuh.Secara keseluruhan, saat ini rumah sakit di Korsel merawat 723 pasien Covid-19 bergejala berat (*)

Sumber: Harian Lenteratoday

Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.