04 April 2025

Get In Touch

Awas, 8 Balon Independent Bisa Didenda Dua Kali Lipat

Awas, 8 Balon Independent Bisa Didenda Dua Kali Lipat

Surabaya – Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Jatim, kemungkinan akan ada 8 pasangan bakal calon (Balon) independen yang akan ikut bertarung. Hal itu diketahui setelah proses penyerahan berkas persyaratan dan pengisian silon.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim Khoirul Anam mengatakanbahwa sebenarnya ada 33 bakal pasangan calon di 19 kabupaten dan kota yang mengambilakun di Silon. Tetapi hingga tanggal 26 Februari kemarin hanya ada 8 pasanganbakal calon yang dinyatakan diterima pada tahapan pertama atau tahapanadministrasi. Dari tahapan ini akan diteruskan pada tahapan verifikasi factual.

“Pasangan independen itu Kabupaten Malang satu (pasangan), KotaBlitar tiga,  Sidoarjo satu, Lamongan satudan Surabaya satu. Akan kita lanjutkan proses admin sampai pertengahan Aprildan kalau memenuhi syarat akan ke factual,” tandas Aman.

Namun, jika nantinya dari proses administrasi ini ternyatatidak memenuhi syarat atau jumlah dukunganya kurang dari jumlah yangdisyaratkan, maka akan diberlakukan denda dua kali lipat dari kekurangan dukungansesebelum. Baru setelah itu masuk pada tahapan proses verifikasi factual dengandoor to door.

“Door to door Atau sensus bukan random, bukan prosentasi,tapi semua akan kita datangi untuk kita tanya apa yang bersangkutan mendukungatau tidak harapannya masyarakat bisa menjawab dengan benar, kalau tidak mendukungbsia mengisi berita acara kalau yang bersangkutan tidak mendukung,” tandasnya.

Sementara dari bakal calon yang lainnya gugur karena tidakbisa memenuhi syarat tersebut. Sedangkan, dua calon pasangan dari Surabaya danBanyuwangi masih melakukan gugatan ke Bawaslu. “Hasil putusan Bawaslu itu akan kita lakukan. Apakah memperkuat dariputsuan kita, menggugurkan, atau mungkin yang lain, misalkan ada pemanambahanwaktu itu tererah bawaslu. Dari delapan itu kita kirim karena memenuhi syaratjumlah dukungan,” pungkasnya. (ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.