Online Talk Show Preneur Day, Siswa SMP Al Falah Deltasari Belajar Business Plan, Marketing, dan Branding

SIDOARJO (Lenteratoday) - SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo mengadakan online talk show kewirausahaan melalui zoom meeting pada Rabu (15/12/2021). Online talk show itu dalam rangkaian kegiatan Preneur Day 2021 yang dilaksanakan selama tiga hari, 13-15 Desember 2021.
Kepala SMP Al Falah Deltasari, Tutik Susilowati mengatakan, pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat. Dasar pendidikan kewirausahaan harus dimulai sejak pendidikan dasar yang mana disini bisa diterapkan pada anak usia SMP.
“Para siswa telah melaksanakan penilaian akhir semester satu. Sekarang waktunya mengasah life skill kewirausahaan,” ujar Tutik Susilowati.
Sementara itu, Annura Wulan Darini, ketua panitia Preneur Day mengatakan, diadakannya online talk show kewirausahaan merupakan upaya sekolah dalam menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship siswa. Karena itu disiapkan topik khusus business plan, marketing, dan branding sebagai tema talk show.
“Kami ingin setelah talk show kewirausahaan ini, sekolah mendirikan startup sebagai wahana siswa dalam mengembangkan jiwa usaha,” kata Annura.
Online talk show kewirausahaan dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa. Panitia kegiatan mengundang Edwin Fiatiano, S.Sos., M.Si., dosen Managemen Pemasaran Universitas Airlangga Surabaya dan pemilik usaha Dapur Mbok Geol.
Edwin menjelaskan ciri-ciri dan watak seorang wirausahawan. Ciri-ciri itu adalah punya jiwa leadership yang kuat, cerdas, berani mengambil resiko, percaya diri, berorientasi ke masa depan, dan punya tekad kerja keras. Watak seperti itu bisa dipalajari dan ditanamkan sejak dini. Itulah yang dinamakan soft skill. Selanjutnya, dalam memulai usaha semua harus terencana. Rencana itu ditulis yang menjelaskan tentang bagaimana suatu kegiatan bisnis dilakukan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Itulah yang disebut business plan.
Dalam hal pemasaran, Edwin memberikan contoh nyata hasil karya para siswa berupa produk-produk saat kegiatan preneur day yang bisa dipasarkan. Sebelumnya para siswa telah belajar di kelas peminatan. Kelas itu adalah Batik Jumputan, Eco Printing, Sablon, Phyrografi, Macrame, Barang Bekas Berkualitas, Meronce, Batik Canting, dan Lampu Hias Kamar.
Produk-produk para siswa itu bisa dipromosikan melalui media sosial. Namun harus ditentukan dulu harga produk dan distribusinya. Dan tak kalah pentingnya adalah memberi nama produk yang bisa diingat konsumen. Itu adalah strategi branding.
Tak lupa, Edwin memberi motivasi para siswa agar memiliki keberanian dalam mencoba hal-hal baru. Sebab tanpa keberanian pasti mengalami kegagalan.
Penulis : M Anshor Sja'roni
Setiap konten/artikel dalam rubrik ini menjadi tanggungjawab kreator/penulis.