03 April 2025

Get In Touch

Masyarakat Diminta Menunda Liburan ke Turki dan Saudi

Petugas medis merawat pasien COVID-19 di unit perawatan intensif (ICU) Basaksehir Cam dan Rumah Sakit Sakura City di Istanbul, Turki, 25 November 2021 (Ant)
Petugas medis merawat pasien COVID-19 di unit perawatan intensif (ICU) Basaksehir Cam dan Rumah Sakit Sakura City di Istanbul, Turki, 25 November 2021 (Ant)

JAKARTA (Lenteratoday) -Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri, terutama ke Turki dan Arab Saudi.

Sebab, kata dia, 21 kasus baru Covid-19 varian Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang terdiri dari 16 orang warga negara Indonesia (WNI) dan 5 warga negara asing (WNA).

Mereka paling banyak tiba dari Arab Saudi dan Turki.

"Adanya kasus Omicron Indonesia karena adanya perjalanan dari beberapa negara seperti Arab Saudi dan Turki, sehingga masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan berlibur ke sana,” kata Nadia dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Kamis (30/12/2021).

Nadia mengatakan, sejauh ini, kasus Covid-19 dari varian Omicron di Indonesia paling banyak berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Oleh sebab itu, kata dia, pengetatan di pintu masuk negara terus dilakukan, terutama di perbatasan laut dan darat. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email

"Positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara," ujar dia. 

Selain itu, Nadia mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Kesadaran diri dan menahan keinginan berpergian harus dilakukan. Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus Covid-19-19 dengan menahan diri tidak bepergian,” ucap dia.

Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, terdapat 21 kasus baru Covid-19 akibat penularan varian Omicron merupakan pelaku perjalanan dari Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab.

"21 orang ini semuanya datang dari luar negeri paling banyak Arab Saudi, Turki dari UEA," kata Budi dalam acara Taklimat Bidang PMK di gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin (Rabu, 29/12/2021).

Budi mengatakan, dengan penambahan 21 kasus baru tersebut, total kasus Covid-19 dari Varian Omicron di Indonesia mencapai 68.

Turki

Kasus harian Covid-19 di Turki melonjak 30 persen pada Senin (27/12/2021) menjadi 26.099 kasus, menurut data Kementerian Kesehatan.

Angka itu menjadi lonjakan tertinggi tahun ini saat Menteri Kesehatan Fahrettin Koca memperingatkan soal penyebaran pesat varian Omicron.

Kasus harian Turki mencapai sekitar 20.000 pada Desember, turun dari sekitar 30.000 kasus pada Oktober.

Jumlah kematian akibat COovid-19 turun menjadi 157 kasus pada Senin dari 173 pada hari sebelumnya.

"Varian Omicron menyebar lebih cepat daripada varian lainnya," kata Koca, mengutip Antara (Selasa, 28/12/2021).

Arab Saudi

Kasus Covid-19 varian Omicron di Arab Saudi meningkat pesat. Infeksi virus tersebut dilaporkan tercatat lebih dari dua kali lipat dalam sepekan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa banyak negara menyaksikan lonjakan kasus Covid-19, termasuk Arab Saudi.

Dilansir di Arab News, Senin (27/12), Kemenkes Saudi mengonfirmasi 389 kasus Covid-19 baru pada Ahad (26/12) dan satu kematian baru terkait Covid-19. Sementara itu, tercatat sebanyak 124 pasien lainnya telah sembuh dari virus corona dalam 24 jam terakhir (*)

Editor: Arifin BH, berbagai sumber

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.