07 April 2025

Get In Touch

Jateng: Puluhan Ribu Dosis Vaksin Kedaluwarsa dalam Sembilan Hari

Percepatan vaksinasi kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang (jatengprov.go.id)
Percepatan vaksinasi kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang (jatengprov.go.id)

SEMARANG (Lenteratoday) -Sedikitnya 63.000 dosis vaksin yang sudah terdistribusi ke banyak wilayah di Jawa Tengah akan kedaluwarsa pada Kamis (13/1/2022) atau sembilan hari ke depan. Percepatan vaksinasi diharapkan bisa segera dilakukan supaya vaksin-vaksin itu tidak terbuang sisa-sia.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah kota/kabupaten agar mengawasi stok vaksin di wilayah masing-masing. Vaksin-vaksin yang dalam waktu dekat kedaluwarsa diharapkan bisa segera disuntikkan kepada masyarakat. Jika ada kesulitan menghabiskan stok yang ada, pemerintah  kabupaten/kota diminta melapor.

Ganjar mengemukakan, vaksin yang akan kedaluwarsa dalam sembilan hari ke depan tersebar di beberapa wilayah. Di Pati, misalnya, ada 23.000 dosis vaksin. Sementara itu, di Cilacap ada 13.000 dosis, di Grobogan ada 1.010 dosis, di Jepara ada 4.270 dosis, di Kebumen ada 3.630 dosis, di Pemalang ada 8.000 dosis, dan di Purworejo ada 11.000 dosis.

”Saya minta (vaksin-vaksin tersebut) segera disuntikkan agar tidak terbuang sia-sia. Kalau tidak mampu menghabiskan, lapor ke saya. Nanti (vaksinnya) bisa dialihkan ke daerah lain yang kekurangan. Tentunya yang akan mendistrubusikan tetap kami supaya terdata dan tidak semrawut,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (4/1/2022).

Selain puluhan ribu dosis vaksin yang kedaluwarsa pada 13 Januari 2022, Ganjar juga menyebut ada ribuan dosis vaksin yang kedaluwarsa pada akhir Januari 2022. Mayoritas vaksin yang akan kedaluwarsa pada akhir Januari ialah vaksin jenis AstraZeneca.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Yulies Nuraya mengakui ada 8.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca yang kedaluwarsa dalam waktu dekat. Agar vaksin itu tak terbuang sia-sia, pemerintah setempat akan berupaya untuk menggalakkan vaksinasi di Pemalang.

”Strategi kami dengan terus membuka sentra vaksinasi dan menggiatkan vaksinasi gropyokanGropyokan ini maksudnya tenaga kesehatan mendatangi warga yang belum divaksin, satu per satu. Nanti akan dibantu oleh ketua-ketua RT/RW,” tutur Yulies.

Yulies menargetkan 8.000 dosis vaksin itu bisa dihabiskan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Sebab, rata-rata vaksinasi di wilayah tersebut untuk 5.000-8.000 orang per hari.

Pemalang merupakan salah satu daerah dengan capaian vaksinasi terendah di Jateng. Hingga Selasa ada 736.822 orang yang telah divaksin. Jumlah itu sekitar 64,19 persen dari yang ditargetkan.

Menurut Yulies, hal itu terjadi karena kesadaran masyarakat Pemalang mengikuti vaksinasi tergolong rendah. Rendahnya kesadaran masyarakat  mengikuti vaksinasi salah satunya terjadi karena mereka termakan hoaks terkait dengan vaksin. Padahal, edukasi dan sosialisasi bertalian dengan pentingnya vaksinasi terus dilakukan pemerintah setempat.

”Di daerah lain, (saat) masyarakatnya disuruh vaksin langsung berangkat. Kalau di Pemalang itu harus didatangi, harus diiming-imingi dulu. Seperti ini, kan, susah. Padahal, stok vaksin banyak, tenaga kesehatan juga siap,” kata Yulies.

Bukan hanya Pemalang, di Kabupaten Tegal masih ada sejumlah orang yang menolak divaksin. Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono mengemukakan, mereka yang takut divaksin dipengaruhi oleh tokoh masyarakat setempat.

”Kami akan terus melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat tersebut, termasuk menggandeng TNI/Polri untuk melakukan percepatan vaksinasi. Capaian vaksinasi pekan ini kami targetkan bisa 70 persen,” ucap Joko.

Hingga Selasa, capaian vaksinasi di Kabupaten Tegal 779.183 orang atau sebesar 63,52 persen dari target sasaran. Hal ini membuat Kabupaten Tegal menjadi daerah dengan capaian terendah se-Jateng.

Sementara itu, di Jateng, sebanyak 22,8 juta penduduk sudah divaksin dosis pertama. Jumlah itu sekitar 79,49 persen dari target sasaran. Adapun vaksinasi dosis lengkap sudah dilakukan kepada 17,3 juta orang atau 60,35 persen dari total sasaran (*)

Sumber: Kompas

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.