04 April 2025

Get In Touch

Menolak Calon Tunggal dalam Pilbup Blitar

 Menolak Calon Tunggal dalam Pilbup Blitar

Blitar - Suhu politik menjelang Pilbup Blitar 2020 mulai menghangat, #2020gantibupati mulai muncul. Sebagai bentuk penolakan terhadap calon tunggal, pada Pilkada 23 September 2020 mendatang.

Bahkan untuk menolak calon tunggal ini, koalisi nasional tidak berlaku di Bumi Penataran, julukan Kabupaten Blitar. Karena Partai Gerindra dipastikan akan melawan PDIP, dengan mengusung calon sendiri.

Bahkan secara terang-terangan, kader Partai Gerindra menggaungkan hastag penolakan terhadap petahana. Dengan memviralkan #2020gantibupati, melalui medsos. "Saya sengaja memunculkan hastag tersebut, agar ada perubahan di Kabupaten Blitar ini," tutur Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Sugianto.

Dijelaskannya jika hastag tersebut merupakan sikap politik para generasi muda, yang seharusnya diberikan kesempatan untuk membangun Kabupaten Blitar. "Sementara yang sepuh, seharusnya memberikan kesempatan pada yang muda," jelas Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Blitar ini.

Selain melalui #2020gantibupati, Sugik sapaan Sugianto sudah sejak awal Pebruari 2020 lalu melakukan sosialisasi ke masyarakat. "Baik langsung terjun ke masyarakat, maupun memasang baliho merata di 22 kecamatan se Kabupaten Blitar," paparnya.

Ditegaskan Sugik sebagai partai yang memiliki 6 kursi di parlemen, harus bisa berbuat lebih untuk kemajuan Kabupaten Blitar. "Kita sudah komunikasi lintas bakal calon dan lintas partai, untuk memenuhi syarat 10 kursi dengan pembentukan koalisi mengusung pasangan balon bupati dan wakil bupati Blitar 2020." tegasnya.

Ditambahkan pria yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar ini, komunikasi dengan seluruh partai sudah dilakukan. "Kecuali dengan PDIP, karena mereka bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi," pungkasnya. (ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.