
SINGAPURA (Lenteratoday) -Otoritas Singapura pada Jumat (4/2/2022) melaporkan rekor 13.046 kasus Covid-19 lokal yang jumlahnya tiga kali lipat dari sehari sebelum.
Otoritas mencatat 85.357 kasus selama 28 hari terakhir, namun 99,7 persen di antaranya tidak bergejala atau hanya bergejala ringan.
Pemerintah Singapura telah memvaksin 89 persen populasi mereka secara lengkap, sementara 59 persen populasi telah menerima vaksin booster (penguat).
Otoritas sebelumnya telah mewanti-wanti bahwa kasus harian Covid-19 bisa melonjak hingga 15.000 akibat varian Omicron yang sangat menular.
Rata-rata angka mingguan pertumbuhan infeksi lokal Covid-19 adalah 1,39. Angka di atas satu berarti kasus Covid-19 terus meningkat di masyarakat.
Adapun kasus lokal yang terdeteksi melalui tes antigen yaitu sebanyak 10.312. Sisanya 2.734 teridentifikasi melalui pemeriksaan PCR.
Kementerian menyatakan, mayoritas besar pasien yang terinfeksi bergejala sangat ringan dengan risiko kesehatan yang sangat rendah.
Sebanyak enam orang pasien meninggal dunia, yang menjadi angka harian kematian tertinggi dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya pada 7 Desember 2021 delapan penderita Covid-19 meninggal.
Jumlah pasien yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah 998 orang. Angka ini masih dikategorikan rendah dengan hanya 15 pasien yang terbaring di ruang perawatan intensif (ICU), sedangkan 96 pasien memerlukan oksigen tambahan.
Indikator kapasitas rumah sakit yang masih stabil membuat Singapura tidak secemas dibanding ketika menghadapi enam gelombang sebelumnya.
Tidak ketinggalan, angka vaksinasi booster vaksin Covid-19 juga semakin mendekati dua pertiga populasi yaitu saat ini menyentuh 59 persen.
Pemerintah Singapura menyatakan, sudah siap mengantisipasi lebih dari 15.000 kasus Covid-19 per hari sembari tetap menjalankan strategi hidup bersama Covid-19 yang endemi (*)
Sumber: Antara|Editor: Arifin BH