07 April 2025

Get In Touch

Dampak Kebakaran Nuklir di PLTN Ukraina Bisa Mematikan

Salah satu dari enam reaktor nuklir PLTN Zaporizhzhia dilaporkan terbakar karena diserang Rusia.
Salah satu dari enam reaktor nuklir PLTN Zaporizhzhia dilaporkan terbakar karena diserang Rusia.

JAKARTA (Lenteratoday) – Terbakarnya reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina, akibat serangan militer Rusia menimbulkan akibat yang fatal. Dampak kerusakan PLTN itu sangat berbahaya dan bisa mematikan.

Dampak ledakan nuklir bisa mengakibatkan berbagai efek kesehatan. Radiasi yang dihasilkan dari nuklir cukup untuk memengaruhi atom dalam sel hidup dan merusak materi genetik manusia.

Untungnya, sel-sel dalam tubuh manusia sangat efisien memperbaiki kerusakan ini tetapi jika kerusakan sel tak berhasil diperbaiki, sel bisa mati dan menyebabkan kanker.

Manusia dapat terpapar radiasi tingkat tinggi apabila berlokasi dekat dengan titik ledakan. Kulit manusia dapat berdampak seperti terbakar.

Dampak jangka panjang, paparan radiasi nuklir bisa menghasilkan penyakit kardiovaskular. Paparan radiasi tingkat rendah yang ditemui di lingkungan disebut tak menyebabkan efek kesehatan langsung, tetapi menjadi kontributor kecil risiko kanker.

Tingkat paparan radiasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan gejala seperti mual dan muntah dalam beberapa jam dan terkadang menyebabkan kematian pada hari atau minggu berikutnya.

Ini dikenal sebagai sindrom radiasi akut, umumnya dikenal sebagai 'penyakit radiasi', menurut laporan Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.

Dibutuhkan paparan radiasi sangat tinggi untuk menyebabkan sindrom radiasi akut-lebih dari 0,75 gray (75 rad) dalam rentang waktu yang singkat.

Tingkat radiasi ini akan seperti mendapatkan radiasi dari 18 ribu rontgen dada yang didistribusikan ke seluruh tubuh Anda dalam waktu singkat.

PLTN Zaporizhzhia pertama kali dibangun pada 1979, kemudian mulai beroperasi pada 1984 menurut pernyataan perusahaan negara Ukraina yang mengoperasikan energi nuklir, National Nuclear Energy Generating Company of Ukraine atau Energo Atom.

PLTN Zaporizhzhia punya enam reaktor nuklir yang total menghasilkan listrik hingga 6.000 megawatt atau seperlima produksi listrik tahunan Ukraina.

Salah satu reaktor pernah mengalami kerusakan sehingga harus dipadamkan dua kali, ini mengakibatkan Ukraina mengalami pemadaman bergilir pada Desember 2014.

Selain PLTN Zaporizhzhia yang merupakan terbesar di Eropa, Ukraina masih punya ada tiga lainnya yaitu PLTN Rivne, PLTN Khmelnytskyi, dan PLTN South Ukraine. Ukraina juga sedang membangun 3 PLTN lain yakni di Odessa, Kharkiv, dan Chyhyryn.

Cuma PLTN Chernobyl yang sejauh ini ditutup karena bencana kebocoran radiasi nuklir pada 1986.

Bencana PLTN Chernobyl yang terletak di Kota Pripiyat merupakan tempat tragedi nuklir terburuk yang pernah ada di dunia.

Saat itu Chernobyl masih menjadi bagian Uni Soviet. Imbas insiden ini puluhan ribu orang meninggal.

Ledakan fusi nuklir itu menghasilkan zat semacam Strontium radioaktif, cesium dan plutonium yang menyebar ke Ukraina, Belarusia, dan beberapa wilayah Rusia dan Eropa.

Ledakan dan kebakaran reaktor nuklir ini menyebabkan dampak radioaktif 400 kali bom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Hingga kini Chernobyl masih tercemar radioaktif. Reaktor Chernobyl masih menghasilkan radiasi, dan wilayah di sekitarnya tidak layak huni.

Beberapa peneliti mengatakan area di sekitar ledakan reaktor tidak bisa dihuni sampai 20 ribu tahun, menurut laporan National Geographic.

Sumber : CNN | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.